Category Archives: PPNI

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

 

PPNI telah menerbitkan pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia yang dapat digunakan di tatanan pelayanan kesehatan. Sehubungan dengan itu, DPP PPNI menggelar workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Pomelotel Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai organisasi profesi bagi wadah berhimpunnya perawat, memiliki peran sebagai pengembang dan pengawas keperawatan di Indonesia.

PPNI berperan dari pelaksanaan pengawasan tersebut, termasuk pengawasan terhadap kesejahteraan perawat di Indonesia. Salah satu cara implementasinya dengan menyusun pedoman pemberian jasa profesional bagi perawat yang dapat menjadi acuan bagi institusi pengguna jasa perawat dalam memperhitungkan jasa profesional perawat yang proporsional dan layak.

Harif Fadhillah

Harif Fadhillah

Setelah membuka acara tersebut, Harif Fadhillah mengatakan bahwa upaya maupun langkah PPNI dalam upaya mensejahterahkan perawat. Berdasarkan peran dan fungsi PPNI yang ada di dalam UU Keperawatan. Harif katakan bahwa memang ada perbedaan antara serikat pekerja dengan organisasi profesi.

Dikatakannya, jika serikat pekerja tentunya jargon utamanya kesejahteraan sedangkan OP jargon itu profesionalisme, tetapi OP bukan tidak mengurusi kesejahteraan, dikarenakan OP adalah berbasis anggota, maka persoalan anggota harus menjadi asupan perjuangan. Disisi lain, diungkapkannya adanya regulasi OP, dimana fungsi PPNI itu selain meningkatkan kompetensi juga menjaga martabat keperawatan.

Suasana Workshop

Suasana Workshop

Ketua Umun DPP PPNI ini menjelaskan kesejahteraan bagi PPNI ada dua macam yaitu bentuk material dan non material, tentunya aspek material diasumsikan dengan sesuatu berkaitan dengan keuangan.

Dijelaskan Harif, adanya ketentuan mengenai kelayakan upah bagi perawat sebesar 3 kali UMP, hal penetapan itu, sebelumnya melalui tanggapan, penelitian maupun kajian terlebih dahulu, termasuk membandingkan dengan kelayakan upah yang diterima perawat dari negara-negara lainnya.

Penyaji

Penyaji

Harif menegaskan bahwa 3 kali UMP merupakan kelayakan seorang perawat untuk hidup pada suasana saat ini untuk menjalankan kehidupannya. Hal itu sesuai dengan profesionalnya, dikarenakan proses menjadi perawat melewati berbagai persyaratan maupun ketentuan yang berlaku termasuk perawat yang sedang bekerja harus melakukan prosedur yang ada.

Menurutnya, masalah pelaksanaan UMP ini telah dibuat SK secara internal di PPNI, tentunya penerapannya disesuaikan dengan pihak terkait. Perlunya bantuan advokasi atau keterlibatan DPW (wilayah), DPD (daerah) hingga komisariat terhadap pihak pelayanan kesehatan maupun pemda mengenai nilai ketentuan layak tersebut.

Langkah PPNI selanjutnya, diterangkan Harif, bagaimana mengenai cara penerapannya. Realisasinya dengan adanya pedoman jasa profesi perawat sebagai pengembangan konsepsi agar mudah diimplementasikan di semua tatanan pelayanan kesehatan baik di negeri maupun swasta.

Peserta Workshop

Peserta Workshop

Selain itu, PPNI membentuk pengawalan jabatan fungsional pada perawat ASN, salah satunya diusulkan profesional value (besarnya tunjangan).

Upaya lain, diungkapkan Harif mengenai penelitian mengenai data terkait besaran anggota PPNI yang menerima upah dibawah standar, hingga saat ini belum ada laporan nyata walaupun sudah dibuat kesempatan pengaduan.

Dari segi non material, dijelaskan Harif bahwa masalah penerbitan STR selama ini menjadi tugas dan wewenang MTKI dan MTKP (provinsi), bahkan terobosan One Day Service (ODS) yang diikuti profesi lainnya, merupakan permohonan dan usulan PPNI ke MTKI. Dalam pelaksanaan penerbitan STR, adanya bantuan dari rekan PPNI di beberapa daerah tertentu untuk mendatangi MTKP/MTKI dengan tujuan demi percepatan.

Upaya lain demi kesejahteraan, diterangkannya, PPNI telah membuat tim pengkawalan dalam perhitungan angka kredit pada jabatan fungsional ASN, untuk usulan revisi PermenPAN no 25 tahun 2014. Hingga sekarang sudah sampai uji validitas, setelah finalisasi dan nantinya tahap lanjutannya dengan penandatanganan Permen tersebut, termasuk usulan golongan terhadap jabatan.

Perjuangan lainnya, mengenai pengembangan program praktik mandiri. Dikatakannya, bahwa menjadi perawat dapat bekerja di pelayanan kesehatan maupun praktik mandiri. PPNI telah menerbitkan pedoman praktik mandiri. Dengan penjelasan pedoman tersebut, yang berhubungan pihak terkait dalam proses pengeluaran izin praktik perawat lebih dipermudah, walaupun masih ada sedikit terkendala di daerah tertentu.

Lanjutnya, perjuangan PPNI dengan melakukan advokasi terhadap regulasi-regulasi  yang aman, seperti : Permenkes tentang ijin perawat maupun kewenangannya, sekarang prosesnya sudah jauh, telah sampai verbalisasi, hanya tinggal menungu harmonisasi Kemenkumham dan nantinya dilanjutkan penandatanganan Menkes RI.

Diungkapkannya pula, bahwa PPNI telah menyediakan Badan Bantuan Hukum bagi Perawat, dengan cara membantu anggota yang tersangkut masalah hukum secara cuma-cuma/gratis yang sifatnya pembelaan hukum (biaya pengacara), terkecuali adanya biaya gugatan ganti rugi dari perjanjian yang sudah ada. Sejak keberadaanya dari Maret 2018, masalah hukum yang berskala nasional, sudah 6 kasus yang ditangani dan diselesaikan. Untuk kasus hukum yang lainnya telah diselesaikan pula oleh masing-masing DPW sesuai kewenangan yang diberikan.

Penyaji

Penyaji

Ditambahkannya, adanya upaya PPNI memfasilitasi dan kesempatan audiensi bagi GNPHI (Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia) ke berbagai pihak terkait sudah didatangi dan diketemukan.

Sehubungan dengan penugasan Perawat PTT dan upaya permohonan pengangkatan perawat tersebut, yang bertugas sebelum tahun 2005 lalu, untuk diusulkan menjadi PNS dan telah diajukan juga kepada presiden Jokowi.

Selain itu, adanya jurnal nasional dan internasional, yang lebih kearah penelilitian dan pelatihan, namun pada jabatan fungsional pada ASN, salah satu aspek kredit penilaian dapat melalui publikasi pada jurnal tersebut dan menjadi aspek penilaian jika terakreditasi.

Dengan adanya pengembangan standar bagi praktik mandiri, menurut Harif dapat memberikan rasa aman dan nyaman sesuai kondisi perawat dalam melakukan praktik mandiri.

Dari penjelasannya, Ketum DPP PPNI menginginkan keberhasilan kesejahteraan bagi perawat akan tercapai dapat melalui upaya multi level dan multi channel.

Menurut Harif, adanya tugas, konsep dan dapat dimengerti pada setiap level organisasi PPNI (DPW, DPD,DPK) itu yang dimaksud dengan multi level. Selain itu, multi channel, seperti adanya keterlibatan dari peran strategis kebijakan bidang keperawatan yang hadir dalam pertemuan ini.

Harif beranggapan, kepala bidang keperawatan mempunyai pengaruh juga dalam proses kebijakan di tatanan pelayanan, dengan menjadi motor penggerak pengembangan pelayananan termasuk keterlibatan kesejahteraan perawat.

Foto Bersama

Foto Bersama

Melalui kehadiran peserta ini, salah satunya menjadi modal perjuangan multi chanel PPNI, dengan kehadiran kepala bidang keperawatan yang diundang ini. Harif pun berharap agar rekan yang hadir dapat mengetahui permasalahan yang ada, dengan harapan sesuai keinginan semua perawat, mereka jadi tahu mengenai pedoman aspek kesejateraan yang dapat mempengaruhi dalam kebijakan di RS dimana mereka bertugas.

Pada kesempatan ini panitia menghadirkan narasumber yaitu Chamdani Tauhid dari Persi Pusat. Selain itu, adanya pengarahan dari Erwin selaku Ketua DPP Bidang Kesejahteraan bersama anggota DPP lainnya, dan Ati Suryamediwati selaku Ketua DPP Bidang pelayanan.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Mustikasari selaku Sekretaris Jenderal DPP PPNI.

Acara ini dihadiri kepala bidang keperawatan dari berbagai daerah di Indonesia baik dari RS yang berasal dari pemerintah maupun swasta termasuk pengelola klinik dan jasa keperawatan lainnya.

 

 

Sumber : https://www.wartaperawat.com/ upaya-ppni-demi-kesejahteraan-perawat/

Selain Mengusulkan 1 Perawat 1 Desa, Berikut 10 Usulan PPNI kepada Jokowi

Selain Mengusulkan 1 Perawat 1 Desa, Berikut 10 Usulan PPNI kepada Jokowi

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Persatuan Perawat Nasional Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/12/2018). Bersama Ketua DPW PPNI Provinsi seluruh Indonesia, di komandoi Harif Fadhillah Ketua Umum DPP PPNI sebanyak 40 orang bertemu Joko Widodo Presiden Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta hari ini Selasa (04/12). Harif beserta rombongan diterima di Ruang Meja Ouval Istana Merdeka dalam suasana penuh keakraban.

 

PPNI bertemu Jokowi

PPNI bertemu Jokowi                                                      Foto : Daulat.co

Presiden langsung mempersilahkan Ketua Umum untuk menyampaikan aspirasi Perawat Indonesia. 10 hal disampaikan langsung dihadapan Presiden yang didampingi Mensesneg Pratikno, Menseskab Pramono Anung, dan Ka BPPSDM Kemenkes RI Usman Sumantri, antara lain:

1.      PPNI mendukung program pemerintah (NAWACITA) yang berfokus pada upaya preventif dan promotif untuk mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bahwa ketersediaan dan potensi perawat (baik dalam jumlah,  kompetensi, dan sebarannya diseluruh Indonesia) perlu ditingkatkan pendayagunaannya dalam mensukseskan program unggulan pemerintah. Untuk itu diperlukan:

a.      Kebijakan penempatan perawat di desa dan kelurahan

b.      Pemanfaatan dana desa/kelurahan untuk perawat di desa dan kelurahan.

2.      Untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan keperawatan, perlu adanya Struktur Keperawatan di tingkat Kementerian Kesehatan yang dapat merumuskan dan menentukan kebijakan strategis terkait dengan keperawatan.

3.      Peningkatan kuota penerimaan ASN yang memadai dari profesi Perawat, dan perlunya kebijakan dalam bentuk keputusan Presiden untuk perawat yang bekerja di instansi pelayanan kesehatan milik Pemerintah sebagai Non-PNS sebelum adanya PP No 48/2005 untuk diangkat sebagai PNS seperti teman sejawat Bidan PTT dan Dokter PTT.

4.      Mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Implementasi Universal Health Coverage (UHC) dengan azas adil dan wajar. Saat ini perawat belum sepenuhnya mendapatkan sesuai dengan Kontribusinya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pemerintah merevisi peraturan terkait prosentase pembagian jasa pelayanan secara nasional.

5.      Praktik mandiri perawat adalah sangat membantu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, untuk itu harus masuk dalam skema pelayanan kesehatan yang dijamin oleh BPJS dan mendapat dukungan kebijakan Pemerintah dalam Implementasinya.

6.      Memberikan perhatian kepada Perawat dalam memberikan pelayanan di daerah bencana/kondisi bencana sebagai mana profesi lainnya: Bidan dan Guru.

7.      Mempercepat terbitnya peraturan pelaksanaan UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan yang saat ini telah 4 tahun, untuk menjamin perlindungan dan kepastian hukum perawat dalam memberikan pelayanan termasuk adanya KONSIL KEPERAWATAN.

8.      Mendukung Program Pemerintah untuk pengiriman perawat professional  yang bekerja  di luar negeri dengan penguatan:

a.      Adanya kebijakan terhadap Retourney (perawat yang kembali dari luar negeri) mendapat pengakuan dalam dunia kerja di dalam negeri

b.      Kebijakan pemberian insentif bagi institusi pendidikan yang  berorientasi  pada pasar kerja Luar negeri

c.       Regulasi berkaitan kebijakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai inkubator bagi perawat yang akan bekerja di Luar Negeri, karena setiap Negara mempersyaratkan pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun.

d.      Pemerintah perlu menetapkan kebijakan dengan melibatkan PPNI terutama menyangkut penetapan kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi keahlian perawat dalam perekrutan perawat ke luar negeri

9.      Perlu peraturan Presiden yang mewajibkan fasyankes milik pemerintah dan swasta memberikan kompensasi kepada Perawat sesuai dengan kelayakan sebagai profesi Perawat, dan pemerintah memberikan pengawasan terhadap upah perawat di sektor tersebut, sebagai hasil perhitungan dan perbandingan dengan profesi lain dan perawat di regional ASEAN, maka kelayakan upah perawat adalah 3 kali Upah Minimum Provinsi (UMP).

10.  Mengusulkan tanggal 17 Maret untuk ditetapkan sebagai Hari Perawat Nasional melalui ketetapan/keputusan Presiden.

Presiden tampak dengan antusias mendengarkan dan menanggapi apa yang disampaikan PPNI. “saya mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang tinggi karena PPNI telah berperan dalam memastikan seluruh rakyat merasakan kehadiran negara dalam hal pelayanan kesehatan”. Presiden juga menyatakan bahwa anggaran kesehatan sudah cukup besar, namun masalah kesehatan Indonesia juga cukup besar. “Perlu diketahui bahwa untuk penyakit jantung pada tahun 2017 menghabiskan dana 9,7 triliun dan untuk kanker 2,3 triliun. Dana tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk keperluan lain termasuk inkubator untuk meningkatkan kompetensi perawat”.

Terkait Hari Perawat Nasional, Presiden menyampaikan “hari perawat dapat menjadi kebanggaan dan refleksi Perawat, ini nanti ditanggapi Mensesneg”.

Terkait usulan “Perawat Desa” Presiden tampak mencatat usulan ini, yang dikuatkan kembali oleh Dedi Ketua DPP Bidang Organisasi dan Kaderisasi. Dedi menegaskan kembali bahwa Program Satu Desa satu Perawat dapat menggunakan dana desa, dan di Provinsi Lampung hal tersebut telah dilaksanakan. PPNI ingin kebijakan ini diimplementasikan di tingkat nasional, demikian Dedi  yang juga Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung, sekaligus Ketua DPRD Provinsi Lampung, mengakhiri penjelasannya.

 

 

Sumber :
https:// ppni-inna.org/index.php/public/information/news-detail/381

https:// news.okezone.com/read/2018/12/04/337/1986734/ppni-usul-program-satu-desa-satu-perawat-pakai-dana-desa-ke-jokowi

International Nurses Day Bersama Ketua PPNI Pusat di DPLN PPNI Kuwait

International Nurses Day Bersama Ketua PPNI Pusat di DPLN PPNI Kuwait

 

Setiap tanggal 12 Mei diperingati sebagai  Hari keperawatan Sedunia, PPNI Kuwait yang merupakan salah satu wadah organisasi perawat di kuwaitpun ikut merayakan. ada pemandangan yang berbeda dari peringatan hari perawat sedunia  kali ini, yang spesial pada perayaan kali ini adalah hadirnya Ketua PPNI Pusat Bapak Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep dan Ibu DR. Mustikasari, S.Kp., MARS selaku Sekjen PPNI Pusat.

Bapak Harif dan Ibu Mustikasari yang tiba pagi hari  di  Sheikh Saad  Airport tanggal 12 Mei setelah melantik Pengurus PPNI Perwakilan UAE di sambut hangat oleh Ketua PPNI Kuwait Rana Purnama Lahardi, S.Kep, perwakilan pengurus dan perwakilan KBRI Kuwait Bapak Fahmi.

 

 

 

(berfoto di depan Sheikh Saad Airport – Kuwait bersama Pengurus DPLN PPNI Kuwait)

(berfoto di depan Sheikh Saad Airport – Kuwait bersama Pengurus DPLN PPNI Kuwait)

 

Selanjutnya rombongan menuju ke tempat menginap di hotel Ramanda di daerah Reggae. Setelah itu kegiatan di lanjutkan dengan kegiatan City Tour. adapun tempat yang di tuju adalah beberapa RS yang berada di sabah region diantaranya : Ibnu Sina Hospital, An- Nafisi Hospital, KCCC, Sabah Medical, Surgical dan Pediatrik Hospital , Psychiatric Hospital, Chest Hospital, TB Center, dan Sabah Ahmad Urology Center. selain mengunjungi beberapa RS yang berada di Sabah Region para rombongan juga di ajak untuk mengunjungi Kuwait Tower yang merupakan icon negara kuwait dan mencicipi kulinary serta mencoba menggunakan kostum tradisional kuwait.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Kunjungan ke Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kuwait )

(Kunjungan ke Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kuwait )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(City Tour menikmati kuliner dan busana tradisional Kuwait)

(City Tour menikmati kuliner dan busana tradisional Kuwait)

 

Setelah city tour rombongan pun menuju Kedutaan Besar Indonesia Kuwait yang berada di daerah Daiya. Kegiatan  yang di Pandu oleh Sdri. Masitoh, BSN dan Sdri.  Halilah, AMK sebagai MC di awali dengan Sambutan dari Ketua Panitia Sdr. Adi Sasmita, AMK yang melaporkan tentang Persiapan Perayaan Hari Perawat Sedunia ini.  Dilanjutkan dengan  Seminar yang di bagi dalam 2 sesi,
Sesi 1 Seminar, Workshop dan Training tentang Capacity building dan Managemen Organisasi yang diikuti oleh para pengurus DPLN PPNI Kuwait yang di bawakan Oleh DR. Mustikasari, S.Kp., MARS dan Moderator Sdr. Ns. Mochamad Robby Fajar Cahya, S.Kep., MSN.  Bu titi sapaan akrab bu Mustika dengan gaya khasnya mampu membius para pengurus untuk larut dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan antusias. materi yang di berikan yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai persatuan tanggung jawab serta kekompakan ini tidak hanya di berikan dalam materi saja tapi dilengkapi dengan game – game yang sangat menarik.

 

(Sambutan dari Duta Besar [Bapak Tatang Budi Utama Razak], Bidang Pensosbud [Ibu Fathonah Said], Atase Tenaga Kerja [Bapak Alamsyah], Ketua Panitia [Adi Sasmita], Ketua PPNI Kuwait [Rana Purnama Lahardi] dan Ketua DPP PPNI Pusat [Harif Fadhillah])

(Sambutan dari Duta Besar [Bapak Tatang Budi Utama Razak], Bidang Pensosbud [Ibu Fathonah Said], Atase Tenaga Kerja [Bapak Alamsyah], Ketua Panitia [Adi Sasmita], Ketua PPNI Kuwait [Rana Purnama Lahardi] dan Ketua DPP PPNI Pusat [Harif Fadhillah])

(Training Managemen Organisasi dan Capacity Building ; Semua Peserta sangat antusias)

(Training Managemen Organisasi dan Capacity Building ; Semua Peserta sangat antusias)

 

Di sesi 2 Seminar di isi oleh Bapak Harif Fadhillah, S.Kp., SH., M.Kep dengan moderator Sdr. Suhardi Mansur, BSN dengan  tema : Pembentukan Praktek Keperawatan Mandiri di Indonesia. Lebih dari 100 peserta memenuhi Aula KBRI Kuwait. Kegiatan seminar dengan tema yang sangat menarik tersebut mengundang pertanyaan yang sifatnya kongkrit berupa praktik keperawatan mandiri yang  bisa jadi persiapan di tanah air setelah resign, dan  tak kalah menarik juga issue terkait STR (surat tanda registrasi) pun turut diangkat. beberapa pertanyaan  di sampaikan oleh  peserta, diantaranya Bapak Suli Hamdhani yang merupakan perawat senior yang telah bekerja lebih dari 25 tahun dan akan segera meninggalkan kuwait karena resign.

 

(Peserta sangat Ramai Saat Materi disampaikan oleh Pembicara)

(Peserta sangat Ramai Saat Materi disampaikan oleh Pembicara)

 

(Pemberian Plakat dan Kenang- kenangan Untuk Para Pembicara)

(Pemberian Plakat dan Kenang- kenangan Untuk Para Pembicara)

 

Kegiatan yang  juga di hadiri oleh Duta Besar RI Bapak Tatang Budi Utama Razak dalam sambutan  menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada para perawat Indonesia di kuwait , karena selain merupakan garda terdepan untuk melaporkan kondisi kesehatan warga Indonesa di Kuwait, Perawat Indonesia berperan aktif di beberapa organisasi kemasyarakatan yang ada di kuwait di antaranya menjadi Panitia Persiapan Pemilihan Umum.

Pada kegiatan tersebut juga di berikan beberapa penghargaan untuk beberapa perawat Indonesia dengan beberapa kategori diantaranya :

  1. Suhardi Mansur, BSN, dengan kategori Pengurus PPNI Teraktif
  2. Mochamad Robby Fajar Cahya, S.Kep., MSN, dengan kategori Perawat teraktif mengikuti kegiatan Seminar dan Training
  3. Agung Setyadi, S.Kep., MSN, dengan Kategori Perawat terbaik pada Kegiatan Akreditasi Sabah Hospital
  4. Anggun, BSN, dengan kategori Perawat Terbaik Infectious Disease Hospital
  5. Saefullah Satiri, S.Kp., dengan Kategori Perawat terbaik Medical Department Sabah Hospital
  6. Nono Suhartono, AMK dan Irwansyah, AMK dengan Kategori Excellent Staff dalam Akreditasi Sabah Al Ahmad Urology Center
  7. Dewi Sulistyowati, BSN dengan kategori Perawat terbaik Adan Hospital
  8. Suli Hamdani dengan kategori Life Achievements 2018

 

(Penghargaan Kepada Para Perawat yang berprestasi)

(Penghargaan Kepada Para Perawat yang berprestasi)

 

Di keesokan harinya para pembicara bertolak ke tanah air dengan pesawat Qatar Airlines dilepas Oleh Ketua PPNI Kuwait dan beberapa pengurus. Dengan hadirnya orang Pertama di Profesi Kita pada perayaan  Acara Hari Perawat Sedunia tersebut , semoga ada perubahan terhadap perawat dan Perawat Indonesia bisa terus berkiprah di kancah International, We PROUD BE COME NURSE, NURSE : A Voice to Lead : Health is Human Right . (mrfc@humasinnaQ8)

 

 

 

 

 

Standar Profesi Perawat perlu lebih Diperhatikan saat Menjalankan Tugas

Undang-undang RI Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan mengamanatkan bahwa praktik keperawatan harus didasarkan pada kode etik, standar pelayanan, standar profesi, dan standar prosedur operasional.  Semua perawat baik yang praktik mandiri maupun praktik di fasilitas pelayanan kesehatan harus merujuk pada standar. 

Perawat Kuwait

Perawat Kuwait

Bagi semua orang yang berprofesi sebagai perawat hendaknya memahami hal ini sebelum mereka menjalankan tugas di tempat kerja masing – masing. Sehingga saat menjalankan tugas, perawat harus senantiasa berhati – hati serta mengutamakan klien disamping menjaga diri agar tidak sampai melanggar ketetapan yang berlaku yang akan berdampak kepada sangsi hukum.

PPNI sebagai organisasi profesi Perawat, selain memperhatikan anggotanya, juga harus memastikan  masyarakat menerima pelayanan dan asuhan keperawatan yang kompeten dan aman. Untuk itulah Standar Profesi Perawat perlu ditetapkan, melalui mereview kembali Standar Profesi Perawat yang telah ada untuk dirumuskan ulang. Harif Fadhillah yang juga Ketua Umum DPP PPNI manyatakan bahwa sebelumnya PPNI telah menyusun standar tersebut, mengacu pada kompetensi International Council of Nurses (ICN).

Kegiatan yang dikemas dalam workshop tersebut, berlangsung sejak 18-19 Agustus 2017 di Hotel Dafam Jakarta tersebut, melibatkan Bidang Diklat dan Bidang Pelayanan yang mewakili Perawat seluruh Indonesia. Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, ia menyampaikan bahwa telaah terhadap standar profesi ini perlu dilakukan mengingat perubahan yang terjadi dalam lingkup global, termasuk juga kawasan regional ASEAN, dimana telah didepakati common core competences untuk perawat dalam komunitas ASEAN.

Perawat Banyuwangi

Perawat Banyuwangi

Baru – baru ini terdengar kabar ada kasus diduga pelanggaran yang dilakukan oleh salah seorang perawat di wilayah timur pulau Jawa tepatnya di Banyuwangi. Dimana kasusnya sedang ditangani oleh aparat kepolisian setempat. Belum lagi juga tersiar kabar ada juga salah seorang perawat kita yang bekerja di Kuwait juga mendapatkan komplain dari pasien, sehingga berakibat harus berurusan dengan pihak kepolisian. Kita do’akan semoga rekan kita sejawat yang sedang dirundung masalah tersebut segera teratasi masalahnya dengan sebaik – baiknya. Semoga kita semua yang berprofesi perawat bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini sehingga lebih berhati – hati lagi dalam menjalankan tugas dan peran fungsi kita di tempat kerja kita masing – masing.
Sumber :

  • http://ppni-inna.org/index.php/public/information/news-detail/16
  • INNAK
  • PPNI Banyuwangi