Category Archives: INNAK

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

 

PPNI telah menerbitkan pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia yang dapat digunakan di tatanan pelayanan kesehatan. Sehubungan dengan itu, DPP PPNI menggelar workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Pomelotel Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai organisasi profesi bagi wadah berhimpunnya perawat, memiliki peran sebagai pengembang dan pengawas keperawatan di Indonesia.

PPNI berperan dari pelaksanaan pengawasan tersebut, termasuk pengawasan terhadap kesejahteraan perawat di Indonesia. Salah satu cara implementasinya dengan menyusun pedoman pemberian jasa profesional bagi perawat yang dapat menjadi acuan bagi institusi pengguna jasa perawat dalam memperhitungkan jasa profesional perawat yang proporsional dan layak.

Harif Fadhillah

Harif Fadhillah

Setelah membuka acara tersebut, Harif Fadhillah mengatakan bahwa upaya maupun langkah PPNI dalam upaya mensejahterahkan perawat. Berdasarkan peran dan fungsi PPNI yang ada di dalam UU Keperawatan. Harif katakan bahwa memang ada perbedaan antara serikat pekerja dengan organisasi profesi.

Dikatakannya, jika serikat pekerja tentunya jargon utamanya kesejahteraan sedangkan OP jargon itu profesionalisme, tetapi OP bukan tidak mengurusi kesejahteraan, dikarenakan OP adalah berbasis anggota, maka persoalan anggota harus menjadi asupan perjuangan. Disisi lain, diungkapkannya adanya regulasi OP, dimana fungsi PPNI itu selain meningkatkan kompetensi juga menjaga martabat keperawatan.

Suasana Workshop

Suasana Workshop

Ketua Umun DPP PPNI ini menjelaskan kesejahteraan bagi PPNI ada dua macam yaitu bentuk material dan non material, tentunya aspek material diasumsikan dengan sesuatu berkaitan dengan keuangan.

Dijelaskan Harif, adanya ketentuan mengenai kelayakan upah bagi perawat sebesar 3 kali UMP, hal penetapan itu, sebelumnya melalui tanggapan, penelitian maupun kajian terlebih dahulu, termasuk membandingkan dengan kelayakan upah yang diterima perawat dari negara-negara lainnya.

Penyaji

Penyaji

Harif menegaskan bahwa 3 kali UMP merupakan kelayakan seorang perawat untuk hidup pada suasana saat ini untuk menjalankan kehidupannya. Hal itu sesuai dengan profesionalnya, dikarenakan proses menjadi perawat melewati berbagai persyaratan maupun ketentuan yang berlaku termasuk perawat yang sedang bekerja harus melakukan prosedur yang ada.

Menurutnya, masalah pelaksanaan UMP ini telah dibuat SK secara internal di PPNI, tentunya penerapannya disesuaikan dengan pihak terkait. Perlunya bantuan advokasi atau keterlibatan DPW (wilayah), DPD (daerah) hingga komisariat terhadap pihak pelayanan kesehatan maupun pemda mengenai nilai ketentuan layak tersebut.

Langkah PPNI selanjutnya, diterangkan Harif, bagaimana mengenai cara penerapannya. Realisasinya dengan adanya pedoman jasa profesi perawat sebagai pengembangan konsepsi agar mudah diimplementasikan di semua tatanan pelayanan kesehatan baik di negeri maupun swasta.

Peserta Workshop

Peserta Workshop

Selain itu, PPNI membentuk pengawalan jabatan fungsional pada perawat ASN, salah satunya diusulkan profesional value (besarnya tunjangan).

Upaya lain, diungkapkan Harif mengenai penelitian mengenai data terkait besaran anggota PPNI yang menerima upah dibawah standar, hingga saat ini belum ada laporan nyata walaupun sudah dibuat kesempatan pengaduan.

Dari segi non material, dijelaskan Harif bahwa masalah penerbitan STR selama ini menjadi tugas dan wewenang MTKI dan MTKP (provinsi), bahkan terobosan One Day Service (ODS) yang diikuti profesi lainnya, merupakan permohonan dan usulan PPNI ke MTKI. Dalam pelaksanaan penerbitan STR, adanya bantuan dari rekan PPNI di beberapa daerah tertentu untuk mendatangi MTKP/MTKI dengan tujuan demi percepatan.

Upaya lain demi kesejahteraan, diterangkannya, PPNI telah membuat tim pengkawalan dalam perhitungan angka kredit pada jabatan fungsional ASN, untuk usulan revisi PermenPAN no 25 tahun 2014. Hingga sekarang sudah sampai uji validitas, setelah finalisasi dan nantinya tahap lanjutannya dengan penandatanganan Permen tersebut, termasuk usulan golongan terhadap jabatan.

Perjuangan lainnya, mengenai pengembangan program praktik mandiri. Dikatakannya, bahwa menjadi perawat dapat bekerja di pelayanan kesehatan maupun praktik mandiri. PPNI telah menerbitkan pedoman praktik mandiri. Dengan penjelasan pedoman tersebut, yang berhubungan pihak terkait dalam proses pengeluaran izin praktik perawat lebih dipermudah, walaupun masih ada sedikit terkendala di daerah tertentu.

Lanjutnya, perjuangan PPNI dengan melakukan advokasi terhadap regulasi-regulasi  yang aman, seperti : Permenkes tentang ijin perawat maupun kewenangannya, sekarang prosesnya sudah jauh, telah sampai verbalisasi, hanya tinggal menungu harmonisasi Kemenkumham dan nantinya dilanjutkan penandatanganan Menkes RI.

Diungkapkannya pula, bahwa PPNI telah menyediakan Badan Bantuan Hukum bagi Perawat, dengan cara membantu anggota yang tersangkut masalah hukum secara cuma-cuma/gratis yang sifatnya pembelaan hukum (biaya pengacara), terkecuali adanya biaya gugatan ganti rugi dari perjanjian yang sudah ada. Sejak keberadaanya dari Maret 2018, masalah hukum yang berskala nasional, sudah 6 kasus yang ditangani dan diselesaikan. Untuk kasus hukum yang lainnya telah diselesaikan pula oleh masing-masing DPW sesuai kewenangan yang diberikan.

Penyaji

Penyaji

Ditambahkannya, adanya upaya PPNI memfasilitasi dan kesempatan audiensi bagi GNPHI (Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia) ke berbagai pihak terkait sudah didatangi dan diketemukan.

Sehubungan dengan penugasan Perawat PTT dan upaya permohonan pengangkatan perawat tersebut, yang bertugas sebelum tahun 2005 lalu, untuk diusulkan menjadi PNS dan telah diajukan juga kepada presiden Jokowi.

Selain itu, adanya jurnal nasional dan internasional, yang lebih kearah penelilitian dan pelatihan, namun pada jabatan fungsional pada ASN, salah satu aspek kredit penilaian dapat melalui publikasi pada jurnal tersebut dan menjadi aspek penilaian jika terakreditasi.

Dengan adanya pengembangan standar bagi praktik mandiri, menurut Harif dapat memberikan rasa aman dan nyaman sesuai kondisi perawat dalam melakukan praktik mandiri.

Dari penjelasannya, Ketum DPP PPNI menginginkan keberhasilan kesejahteraan bagi perawat akan tercapai dapat melalui upaya multi level dan multi channel.

Menurut Harif, adanya tugas, konsep dan dapat dimengerti pada setiap level organisasi PPNI (DPW, DPD,DPK) itu yang dimaksud dengan multi level. Selain itu, multi channel, seperti adanya keterlibatan dari peran strategis kebijakan bidang keperawatan yang hadir dalam pertemuan ini.

Harif beranggapan, kepala bidang keperawatan mempunyai pengaruh juga dalam proses kebijakan di tatanan pelayanan, dengan menjadi motor penggerak pengembangan pelayananan termasuk keterlibatan kesejahteraan perawat.

Foto Bersama

Foto Bersama

Melalui kehadiran peserta ini, salah satunya menjadi modal perjuangan multi chanel PPNI, dengan kehadiran kepala bidang keperawatan yang diundang ini. Harif pun berharap agar rekan yang hadir dapat mengetahui permasalahan yang ada, dengan harapan sesuai keinginan semua perawat, mereka jadi tahu mengenai pedoman aspek kesejateraan yang dapat mempengaruhi dalam kebijakan di RS dimana mereka bertugas.

Pada kesempatan ini panitia menghadirkan narasumber yaitu Chamdani Tauhid dari Persi Pusat. Selain itu, adanya pengarahan dari Erwin selaku Ketua DPP Bidang Kesejahteraan bersama anggota DPP lainnya, dan Ati Suryamediwati selaku Ketua DPP Bidang pelayanan.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Mustikasari selaku Sekretaris Jenderal DPP PPNI.

Acara ini dihadiri kepala bidang keperawatan dari berbagai daerah di Indonesia baik dari RS yang berasal dari pemerintah maupun swasta termasuk pengelola klinik dan jasa keperawatan lainnya.

 

 

Sumber : https://www.wartaperawat.com/ upaya-ppni-demi-kesejahteraan-perawat/

Selain Mengusulkan 1 Perawat 1 Desa, Berikut 10 Usulan PPNI kepada Jokowi

Selain Mengusulkan 1 Perawat 1 Desa, Berikut 10 Usulan PPNI kepada Jokowi

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Persatuan Perawat Nasional Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/12/2018). Bersama Ketua DPW PPNI Provinsi seluruh Indonesia, di komandoi Harif Fadhillah Ketua Umum DPP PPNI sebanyak 40 orang bertemu Joko Widodo Presiden Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta hari ini Selasa (04/12). Harif beserta rombongan diterima di Ruang Meja Ouval Istana Merdeka dalam suasana penuh keakraban.

 

PPNI bertemu Jokowi

PPNI bertemu Jokowi                                                      Foto : Daulat.co

Presiden langsung mempersilahkan Ketua Umum untuk menyampaikan aspirasi Perawat Indonesia. 10 hal disampaikan langsung dihadapan Presiden yang didampingi Mensesneg Pratikno, Menseskab Pramono Anung, dan Ka BPPSDM Kemenkes RI Usman Sumantri, antara lain:

1.      PPNI mendukung program pemerintah (NAWACITA) yang berfokus pada upaya preventif dan promotif untuk mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bahwa ketersediaan dan potensi perawat (baik dalam jumlah,  kompetensi, dan sebarannya diseluruh Indonesia) perlu ditingkatkan pendayagunaannya dalam mensukseskan program unggulan pemerintah. Untuk itu diperlukan:

a.      Kebijakan penempatan perawat di desa dan kelurahan

b.      Pemanfaatan dana desa/kelurahan untuk perawat di desa dan kelurahan.

2.      Untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan keperawatan, perlu adanya Struktur Keperawatan di tingkat Kementerian Kesehatan yang dapat merumuskan dan menentukan kebijakan strategis terkait dengan keperawatan.

3.      Peningkatan kuota penerimaan ASN yang memadai dari profesi Perawat, dan perlunya kebijakan dalam bentuk keputusan Presiden untuk perawat yang bekerja di instansi pelayanan kesehatan milik Pemerintah sebagai Non-PNS sebelum adanya PP No 48/2005 untuk diangkat sebagai PNS seperti teman sejawat Bidan PTT dan Dokter PTT.

4.      Mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Implementasi Universal Health Coverage (UHC) dengan azas adil dan wajar. Saat ini perawat belum sepenuhnya mendapatkan sesuai dengan Kontribusinya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pemerintah merevisi peraturan terkait prosentase pembagian jasa pelayanan secara nasional.

5.      Praktik mandiri perawat adalah sangat membantu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, untuk itu harus masuk dalam skema pelayanan kesehatan yang dijamin oleh BPJS dan mendapat dukungan kebijakan Pemerintah dalam Implementasinya.

6.      Memberikan perhatian kepada Perawat dalam memberikan pelayanan di daerah bencana/kondisi bencana sebagai mana profesi lainnya: Bidan dan Guru.

7.      Mempercepat terbitnya peraturan pelaksanaan UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan yang saat ini telah 4 tahun, untuk menjamin perlindungan dan kepastian hukum perawat dalam memberikan pelayanan termasuk adanya KONSIL KEPERAWATAN.

8.      Mendukung Program Pemerintah untuk pengiriman perawat professional  yang bekerja  di luar negeri dengan penguatan:

a.      Adanya kebijakan terhadap Retourney (perawat yang kembali dari luar negeri) mendapat pengakuan dalam dunia kerja di dalam negeri

b.      Kebijakan pemberian insentif bagi institusi pendidikan yang  berorientasi  pada pasar kerja Luar negeri

c.       Regulasi berkaitan kebijakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai inkubator bagi perawat yang akan bekerja di Luar Negeri, karena setiap Negara mempersyaratkan pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun.

d.      Pemerintah perlu menetapkan kebijakan dengan melibatkan PPNI terutama menyangkut penetapan kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi keahlian perawat dalam perekrutan perawat ke luar negeri

9.      Perlu peraturan Presiden yang mewajibkan fasyankes milik pemerintah dan swasta memberikan kompensasi kepada Perawat sesuai dengan kelayakan sebagai profesi Perawat, dan pemerintah memberikan pengawasan terhadap upah perawat di sektor tersebut, sebagai hasil perhitungan dan perbandingan dengan profesi lain dan perawat di regional ASEAN, maka kelayakan upah perawat adalah 3 kali Upah Minimum Provinsi (UMP).

10.  Mengusulkan tanggal 17 Maret untuk ditetapkan sebagai Hari Perawat Nasional melalui ketetapan/keputusan Presiden.

Presiden tampak dengan antusias mendengarkan dan menanggapi apa yang disampaikan PPNI. “saya mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang tinggi karena PPNI telah berperan dalam memastikan seluruh rakyat merasakan kehadiran negara dalam hal pelayanan kesehatan”. Presiden juga menyatakan bahwa anggaran kesehatan sudah cukup besar, namun masalah kesehatan Indonesia juga cukup besar. “Perlu diketahui bahwa untuk penyakit jantung pada tahun 2017 menghabiskan dana 9,7 triliun dan untuk kanker 2,3 triliun. Dana tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk keperluan lain termasuk inkubator untuk meningkatkan kompetensi perawat”.

Terkait Hari Perawat Nasional, Presiden menyampaikan “hari perawat dapat menjadi kebanggaan dan refleksi Perawat, ini nanti ditanggapi Mensesneg”.

Terkait usulan “Perawat Desa” Presiden tampak mencatat usulan ini, yang dikuatkan kembali oleh Dedi Ketua DPP Bidang Organisasi dan Kaderisasi. Dedi menegaskan kembali bahwa Program Satu Desa satu Perawat dapat menggunakan dana desa, dan di Provinsi Lampung hal tersebut telah dilaksanakan. PPNI ingin kebijakan ini diimplementasikan di tingkat nasional, demikian Dedi  yang juga Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung, sekaligus Ketua DPRD Provinsi Lampung, mengakhiri penjelasannya.

 

 

Sumber :
https:// ppni-inna.org/index.php/public/information/news-detail/381

https:// news.okezone.com/read/2018/12/04/337/1986734/ppni-usul-program-satu-desa-satu-perawat-pakai-dana-desa-ke-jokowi

Alhamdulillah acara BUKBER dengan Host INNAK Berjalan Lancar

Acara bukber rutin yang diadakan di Masjid Indonesia – Reggae Kuwait hari Kamis kemarin berjalan lancar.

Jamaah bukber tampak berdatangan dari berbagai daerah di Kuwait dan dari semua lapisan masyarakat Indonesia di Kuwait mengikuti acara demi acara dengan seksama.

Acara yang terbilang sukses ini didahului dengan penyebaran undangan melalui sosmed serta berita dari mulut ke mulut saja diantara masyarakat Indonesia yang tinggal di Kuwait.

Seperti biasa sebelum menikmati hidangan santapan jasmani terlebih dahulu diberikan siraman rohani yang disampaikan oleh Ust. Abdul Hakam Mubarak, Lc.

Acara ini dibawakan oleh MC kita Ust. Suhardi Mansur, tidak ketinggalan juga dilakukan pembacaan ayat – ayat suci Al-Qur’an yang kali ini dibawakan oleh Qori’ kecil kita yaitu Ananda Yahya bin Mahmud.

Diperkirakan sekitar 250 orang jama’ah hadir dalam acara bukber hari Kamis kemarin.

Bagi teman – teman khususnya masyarakat Indonesia di Kuwait, jangan lupa untuk hadir juga buat mengikuti acara buka bareng Sahabat Jakarta hari ini Jum’at, 25 Mei 2018.

Anak - anak Indonesia di Kuwait

Anak – anak Indonesia di Kuwait

Acara bukber ini rutin dilaksanakan setiap hari Jum’at dan sabtu setiap minggunya. Kemudian rutin setiap hari selama 10 hari terakhir Ramadlan. Serta puncaknya nanti Sholat ied bersama dengan perayaan idul fitri yang dimeriahkan oleg berbagai penampilan pentas seni anak Indonesia dan yang tak kalah menarik yaitu hidangan menu Indonesia yang bisa dinikmati oleh semua warga Indonesia di Kuwait yang sangat meriah dari tahun ke tahun.

International Nurses Day Bersama Ketua PPNI Pusat di DPLN PPNI Kuwait

International Nurses Day Bersama Ketua PPNI Pusat di DPLN PPNI Kuwait

 

Setiap tanggal 12 Mei diperingati sebagai  Hari keperawatan Sedunia, PPNI Kuwait yang merupakan salah satu wadah organisasi perawat di kuwaitpun ikut merayakan. ada pemandangan yang berbeda dari peringatan hari perawat sedunia  kali ini, yang spesial pada perayaan kali ini adalah hadirnya Ketua PPNI Pusat Bapak Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep dan Ibu DR. Mustikasari, S.Kp., MARS selaku Sekjen PPNI Pusat.

Bapak Harif dan Ibu Mustikasari yang tiba pagi hari  di  Sheikh Saad  Airport tanggal 12 Mei setelah melantik Pengurus PPNI Perwakilan UAE di sambut hangat oleh Ketua PPNI Kuwait Rana Purnama Lahardi, S.Kep, perwakilan pengurus dan perwakilan KBRI Kuwait Bapak Fahmi.

 

 

 

(berfoto di depan Sheikh Saad Airport – Kuwait bersama Pengurus DPLN PPNI Kuwait)

(berfoto di depan Sheikh Saad Airport – Kuwait bersama Pengurus DPLN PPNI Kuwait)

 

Selanjutnya rombongan menuju ke tempat menginap di hotel Ramanda di daerah Reggae. Setelah itu kegiatan di lanjutkan dengan kegiatan City Tour. adapun tempat yang di tuju adalah beberapa RS yang berada di sabah region diantaranya : Ibnu Sina Hospital, An- Nafisi Hospital, KCCC, Sabah Medical, Surgical dan Pediatrik Hospital , Psychiatric Hospital, Chest Hospital, TB Center, dan Sabah Ahmad Urology Center. selain mengunjungi beberapa RS yang berada di Sabah Region para rombongan juga di ajak untuk mengunjungi Kuwait Tower yang merupakan icon negara kuwait dan mencicipi kulinary serta mencoba menggunakan kostum tradisional kuwait.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Kunjungan ke Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kuwait )

(Kunjungan ke Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kuwait )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(City Tour menikmati kuliner dan busana tradisional Kuwait)

(City Tour menikmati kuliner dan busana tradisional Kuwait)

 

Setelah city tour rombongan pun menuju Kedutaan Besar Indonesia Kuwait yang berada di daerah Daiya. Kegiatan  yang di Pandu oleh Sdri. Masitoh, BSN dan Sdri.  Halilah, AMK sebagai MC di awali dengan Sambutan dari Ketua Panitia Sdr. Adi Sasmita, AMK yang melaporkan tentang Persiapan Perayaan Hari Perawat Sedunia ini.  Dilanjutkan dengan  Seminar yang di bagi dalam 2 sesi,
Sesi 1 Seminar, Workshop dan Training tentang Capacity building dan Managemen Organisasi yang diikuti oleh para pengurus DPLN PPNI Kuwait yang di bawakan Oleh DR. Mustikasari, S.Kp., MARS dan Moderator Sdr. Ns. Mochamad Robby Fajar Cahya, S.Kep., MSN.  Bu titi sapaan akrab bu Mustika dengan gaya khasnya mampu membius para pengurus untuk larut dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan antusias. materi yang di berikan yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai persatuan tanggung jawab serta kekompakan ini tidak hanya di berikan dalam materi saja tapi dilengkapi dengan game – game yang sangat menarik.

 

(Sambutan dari Duta Besar [Bapak Tatang Budi Utama Razak], Bidang Pensosbud [Ibu Fathonah Said], Atase Tenaga Kerja [Bapak Alamsyah], Ketua Panitia [Adi Sasmita], Ketua PPNI Kuwait [Rana Purnama Lahardi] dan Ketua DPP PPNI Pusat [Harif Fadhillah])

(Sambutan dari Duta Besar [Bapak Tatang Budi Utama Razak], Bidang Pensosbud [Ibu Fathonah Said], Atase Tenaga Kerja [Bapak Alamsyah], Ketua Panitia [Adi Sasmita], Ketua PPNI Kuwait [Rana Purnama Lahardi] dan Ketua DPP PPNI Pusat [Harif Fadhillah])

(Training Managemen Organisasi dan Capacity Building ; Semua Peserta sangat antusias)

(Training Managemen Organisasi dan Capacity Building ; Semua Peserta sangat antusias)

 

Di sesi 2 Seminar di isi oleh Bapak Harif Fadhillah, S.Kp., SH., M.Kep dengan moderator Sdr. Suhardi Mansur, BSN dengan  tema : Pembentukan Praktek Keperawatan Mandiri di Indonesia. Lebih dari 100 peserta memenuhi Aula KBRI Kuwait. Kegiatan seminar dengan tema yang sangat menarik tersebut mengundang pertanyaan yang sifatnya kongkrit berupa praktik keperawatan mandiri yang  bisa jadi persiapan di tanah air setelah resign, dan  tak kalah menarik juga issue terkait STR (surat tanda registrasi) pun turut diangkat. beberapa pertanyaan  di sampaikan oleh  peserta, diantaranya Bapak Suli Hamdhani yang merupakan perawat senior yang telah bekerja lebih dari 25 tahun dan akan segera meninggalkan kuwait karena resign.

 

(Peserta sangat Ramai Saat Materi disampaikan oleh Pembicara)

(Peserta sangat Ramai Saat Materi disampaikan oleh Pembicara)

 

(Pemberian Plakat dan Kenang- kenangan Untuk Para Pembicara)

(Pemberian Plakat dan Kenang- kenangan Untuk Para Pembicara)

 

Kegiatan yang  juga di hadiri oleh Duta Besar RI Bapak Tatang Budi Utama Razak dalam sambutan  menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada para perawat Indonesia di kuwait , karena selain merupakan garda terdepan untuk melaporkan kondisi kesehatan warga Indonesa di Kuwait, Perawat Indonesia berperan aktif di beberapa organisasi kemasyarakatan yang ada di kuwait di antaranya menjadi Panitia Persiapan Pemilihan Umum.

Pada kegiatan tersebut juga di berikan beberapa penghargaan untuk beberapa perawat Indonesia dengan beberapa kategori diantaranya :

  1. Suhardi Mansur, BSN, dengan kategori Pengurus PPNI Teraktif
  2. Mochamad Robby Fajar Cahya, S.Kep., MSN, dengan kategori Perawat teraktif mengikuti kegiatan Seminar dan Training
  3. Agung Setyadi, S.Kep., MSN, dengan Kategori Perawat terbaik pada Kegiatan Akreditasi Sabah Hospital
  4. Anggun, BSN, dengan kategori Perawat Terbaik Infectious Disease Hospital
  5. Saefullah Satiri, S.Kp., dengan Kategori Perawat terbaik Medical Department Sabah Hospital
  6. Nono Suhartono, AMK dan Irwansyah, AMK dengan Kategori Excellent Staff dalam Akreditasi Sabah Al Ahmad Urology Center
  7. Dewi Sulistyowati, BSN dengan kategori Perawat terbaik Adan Hospital
  8. Suli Hamdani dengan kategori Life Achievements 2018

 

(Penghargaan Kepada Para Perawat yang berprestasi)

(Penghargaan Kepada Para Perawat yang berprestasi)

 

Di keesokan harinya para pembicara bertolak ke tanah air dengan pesawat Qatar Airlines dilepas Oleh Ketua PPNI Kuwait dan beberapa pengurus. Dengan hadirnya orang Pertama di Profesi Kita pada perayaan  Acara Hari Perawat Sedunia tersebut , semoga ada perubahan terhadap perawat dan Perawat Indonesia bisa terus berkiprah di kancah International, We PROUD BE COME NURSE, NURSE : A Voice to Lead : Health is Human Right . (mrfc@humasinnaQ8)

 

 

 

 

 

DPLN PPNI Kuwait  berpatisipasi Dalam Acara Muslimah Day 2018

DPLN PPNI Kuwait berpatisipasi Dalam Acara Muslimah Day 2018

Pada hari Sabtu, 28 April 2018 bertepat di Gedung Al Islah Islamiyah Kelompok Pengajian Al Husna di bawah Pimpinan Ummu Ridho mengadakan Acara *”Muslimah Day 2018″* dengan tema *“The Miracle of Muslimah in The World”* dengan mengundang pembicara *Ustadzah Latifah Munawaroh Lc. MA* dari Indonesia dan *Ustadzah Sara Alenezi* dari Kuwait. *Syahrida bin Abdul Muin, BSN., MSN* yang di daulat sebagai Ketua Pelaksana pada kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yg telah mengsukseskan acara Muslimah Day.

yahrida juga mengungkapkan bahwa kegiatan hari ini bertujuan :
1. Mengeksplor keajaiban menjadi seorang wanita.
2. Memberikan pemahaman yang baik kepada umat Islam khususnya muslimah Indonesia di Kuwait.
3. Mengenali peran wanita sebagai penentu masa depan generasi bangsa.
4. Menumbuhkan rasa bangga sebagai muslimah, karena Islam menghargai peran wanita dalam kehidupan sesuai dengan Al-Qur’an.
5. Menumbuhkan semangat mempelajari Islam secara lebih mendalam.
6. Menumbuh-kembangkan solidaritas ukhwah Islamiyah antar muslimah Indonesia di Kuwait.

Kegiatan tersebut terbilang sukses dengan di hadiri oleh
234 ibu2 dan hampir 200 anak2 hadir yang sangat antusias mengikuti acara demi acara yg disajikan.

DPLN PPNI Kuwait yang merupakan salah satu Organisasi Profesi di kuwait pun ikut andil dalam kegiatan tersebut dengan membuka Booth pemeriksaan kesehatan.

Sukses selalu Al Husna, Kami tunggu kegiatan yang lainnya.

Meriahnya acara Donor Darah Innak di aula KBRI Kuwait

Acara yang sudah sejak lama direncanakan oleh pengurus innak periode sebelumnya ini, alhamdulillah telah terlaksana secara sukses dan meriah. Program perdana yang dikomandani oleh saudari Dewi ini telah didalami semenjak rapat pertama innak di taman reggae silam. Kemudian diteruskan dengan rapat – rapat berikutnya sehingga tercapai koordinasi serta kerjasama yang solid diantara panitia yang terpilih maupun partisipasi aktif diaspora Kuwait.

Program ini terwujud selain merupakan realisasi dari program kerja innak periode 2017 – 2022 juga tifak ketinggalan karena dukungan penuh dari pihak KBRI Kuwait melalu IDN.

Program donor darah kemarin mendapat apresiasi yang sangat bagus dari Bapak Dubes Kuwait melalui pesan singkat yang disampaikan oleh Ibu Fathonah, beliau mengatakan, “Bapak bilang acaranya noted“. Maksudnya sukses, bisa dipertimbangkan dan dilanjutkan…

Ketua INNAK yang saat ini sedang berlibur di Indonesia juga mengapresiasi keberhasilan acara donor darah ini. Meskipun tanpa kehadiran ketua innak serta Bapak Dubes yang juga sedang bertugas di Indonesia, namun acara ini sukses. Tercatat 140 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan maupun donor darah, dengan hasil 78 kantong darah berhasil dibawa oleh pihak blood bank. Hal ini sudah lumayan memenuhi target yang sebelumnya dicanangkan adalah minimal 75 akan tetapi acara kemarin sukses menghasilkan 78 kantong darah.

Acara ini juga dimeriahkan oleh grup rebana Fatayat NU Kuwait, serta bazar mini… Disamping partisipan diaspora, ada pula beberapa warga negara Filipina yang ikut mendonorkan darahnya. Terima kasih kami ucapkan atas kerjasama serta partisipasi aktif dati berbagai pihak, sehingga acara donor darah berhasil dilaksanakan secara sukses dan meriah.

Blood Donation Save a Life

Blood Donation Save a Life

Blood Donation Save a Life

 

Mengawali kegiatan INNAK kepengurusan baru, di awal tahun ini BIDANG PENDIDIKAN, PELAYANAN, DAN KESEJAHTERAAN mengadakan kegiatan rutin Pemeriksaan Kesehatan Gratis pertama, sekaligus dilaksanakan donor darah, serta disediakan pula BAZAR mini saat berlangsungnya acara ini.

Blood Donation Save a Life

Blood Donation Save a Life

Acara ini dipimpin langsung oleh ketua pelaksana saudari Dewi Sulistyowati, BSN. Meskipun ketua umumnya sedang cuti tahunan berlibur di Indonesia, namun tidak  menghambat pelaksanaan acara perdana ini. Acara ini sengaja mengambil   tema, “Blood Donation Save a Life” mengingat sangat pentingnya kebutuhan darah di saat – saat seseorang dalam keadaan kritis dan sangat membutuhkan darah  sesuai golongan dan resusnya maka kegiatan semacam ini perlu  sering – sering  dilaksanakan demi keselamatan sesama manusia.

Dewi Sulistyowati, BSN

Dewi Sulistyowati, BSN

Alur Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pelaksanaan penggalangan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, dimulai dengan pendaftaran online untuk masyarakat Indonesia maupun warga negara lain yang ingin berpartisipasi  dalam  penggalangan donor darah yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2018 di aula KBRI Kuwait, untuk masyarakat Indonesia yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dapat hadir dan melakukan pendaftaran pada  saat itu juga. Alhamdulillah saat ini  untuk yang daftar donor darah sudah mencapai 90 orang, karena target kami adalah 100 orang, maka  teman – teman silakan datang saja  antara jam 01 – 07 pm,  dan  bisa melakukan pendaftaran di tempat.

Yuk kita tunggu partisipasi seluruh diaspora, apalagi sudah ada beberapa   warga negara lain yang rencananya juga ikutan acara besok, maka yang WNI sendiri jangan sampai  dilewatkan acara besok yaw,,,,

Standar Profesi Perawat perlu lebih Diperhatikan saat Menjalankan Tugas

Undang-undang RI Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan mengamanatkan bahwa praktik keperawatan harus didasarkan pada kode etik, standar pelayanan, standar profesi, dan standar prosedur operasional.  Semua perawat baik yang praktik mandiri maupun praktik di fasilitas pelayanan kesehatan harus merujuk pada standar. 

Perawat Kuwait

Perawat Kuwait

Bagi semua orang yang berprofesi sebagai perawat hendaknya memahami hal ini sebelum mereka menjalankan tugas di tempat kerja masing – masing. Sehingga saat menjalankan tugas, perawat harus senantiasa berhati – hati serta mengutamakan klien disamping menjaga diri agar tidak sampai melanggar ketetapan yang berlaku yang akan berdampak kepada sangsi hukum.

PPNI sebagai organisasi profesi Perawat, selain memperhatikan anggotanya, juga harus memastikan  masyarakat menerima pelayanan dan asuhan keperawatan yang kompeten dan aman. Untuk itulah Standar Profesi Perawat perlu ditetapkan, melalui mereview kembali Standar Profesi Perawat yang telah ada untuk dirumuskan ulang. Harif Fadhillah yang juga Ketua Umum DPP PPNI manyatakan bahwa sebelumnya PPNI telah menyusun standar tersebut, mengacu pada kompetensi International Council of Nurses (ICN).

Kegiatan yang dikemas dalam workshop tersebut, berlangsung sejak 18-19 Agustus 2017 di Hotel Dafam Jakarta tersebut, melibatkan Bidang Diklat dan Bidang Pelayanan yang mewakili Perawat seluruh Indonesia. Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, ia menyampaikan bahwa telaah terhadap standar profesi ini perlu dilakukan mengingat perubahan yang terjadi dalam lingkup global, termasuk juga kawasan regional ASEAN, dimana telah didepakati common core competences untuk perawat dalam komunitas ASEAN.

Perawat Banyuwangi

Perawat Banyuwangi

Baru – baru ini terdengar kabar ada kasus diduga pelanggaran yang dilakukan oleh salah seorang perawat di wilayah timur pulau Jawa tepatnya di Banyuwangi. Dimana kasusnya sedang ditangani oleh aparat kepolisian setempat. Belum lagi juga tersiar kabar ada juga salah seorang perawat kita yang bekerja di Kuwait juga mendapatkan komplain dari pasien, sehingga berakibat harus berurusan dengan pihak kepolisian. Kita do’akan semoga rekan kita sejawat yang sedang dirundung masalah tersebut segera teratasi masalahnya dengan sebaik – baiknya. Semoga kita semua yang berprofesi perawat bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini sehingga lebih berhati – hati lagi dalam menjalankan tugas dan peran fungsi kita di tempat kerja kita masing – masing.
Sumber :

  • http://ppni-inna.org/index.php/public/information/news-detail/16
  • INNAK
  • PPNI Banyuwangi

Bravo Pengurus INNAK 2017-2022 sudah Resmi Dilantik 

Halo semua,,,

Kini PPNI DPLN Kuwait atau INNAK udah punya kepengurusan yang baru lho, yang akan bekerja hingga 5 tahun ke depan. Alhamdulillah Pengurus INNAK masa bakti 2017-2022 sudah dilantik beberapa waktu yang lalu di aula KBRI Kuwait.

Pengurus INNAK 2017-2022

Pengurus INNAK 2017-2022

KEPUTUSAN DEWAN PENGURUS PUSAT PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA NOMOR : 052/DPP.PPNI/SK/K.S/X/2017

SUSUNAN DEWAN PENGURUS LUAR NEGERI

PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA (PPNI) PERWAKILAN  KUWAIT

INDONESIAN NASIONAL NURSES ASSOCIATION – KUWAIT PERIODE 2017-2022
KETUA                                     : Rana Purnama Lahardi, SKep
SEKRETARIS                          : Ns. Agung Setiyadi, S.Kep, MSN
BENDAHARA                         : Noerlaeli, S.Kep, MSN
1. BIDANG ORGANISASI, HUKUM, DAN KERJASAMA

KETUA BIDANG : Ekawati Prasetya  M, S.Kep, MSN
Departemen Organisasi dan Hukum

Ketua.               : Ns. Clara Putriardhita, S.Kep, MSN

Anggota           : Yahya Muhidin, S.Kep

Anggota           : Irfan Nur Rohman, AMK
Departemen  Kerjasama dan Hubungan antar Lembaga

Ketua.               : Adi Sasmita, AMK

Anggota           : Rini Kurnia, BSN, MSN

Anggota           : Mustiqayani, BSN, MSN

Anggota           : Masita Hanifiyah, S.Kep
2. BIDANG PENDIDIKAN,PELAYANAN, DAN KESEJAHTERAAN

KETUA BIDANG : Ns. Moh Robby Fajar Cahya, S.Kep, MSN
Departemen Pendidikan dan Pelatihan

Ketua               : Bisri Mustofa, S.Kep, MSN

Anggota           : Triwulansari Dewi, S.Kep MSN

Anggota           : Dadan Ramdani Abbas, S.Kep

Anggota           : Fernando La Eba, AMK
Departemen Pelayanan

Ketua.              : Dewi Sulistyowati, BSN

Anggota           : Indrit Kumala Sari, AMK

Anggota           : Suenita, AMK
Departemen Kesejahteraan

Ketua.               : Berty Yusnita, BSN, MSN

Anggota           : Muhammad Aidil Fitri, AMK

Anggota           : Catri Karsita Idris, AMK
Departemen Informasi dan Komunikasi

Ketua.               : Rochim Navis, AMK

Anggota           : Nanang Reskadarto, S.Kep

Anggota           : Andi Abdul Hamid Zuhri, AMK
KOORDINATOR REGION/WILAYAH
1.      REGION RIGGAE

Khomsariyah, AMK

2.      REGION AHMADI/ADAN

Riyan Hardianto, AMK

3.      REGION FARWANIYA/KHAITAN

Indra Ramadlan, AMK

4      REGION HAWALLY/JABRIYA

Muhamad Sibli Elfariez, AmdKep

5.      REGION JAHRA

Halilah Hafni, AMK
KOMITE HIGHER EDUCATION
Ketua  : Suhardi Mansur, BSN

Anggota  : Masitoh, BSN

Anggota  : Anggun Trisoko, AMK

Anggota  : I Gede Swastama, S.Kep

Anggota  : Dina Naibaho, AMK
DEWAN PERTIMBANGAN ORGANISASI
PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA (PPNI) PERWAKILAN KUWAIT
INDONESIAN NATIONAL NURSES ASSOCIATION – KUWAIT (INNA-K)
KETUA              : Zulkifli Abdullah Usin, SKM

WAKIL KETUA : Dudih Hidayat, S.Kep MSN

SEKRETARIS    : Eko Priyanto, S.Kep MSN

ANGGOTA        : Amir Mahmud, AMK

ANGGOTA      : Suli Bin Hamdani, AMK

Rana Purnama

Rana Purnama

Namun suasana pelantikan innak yang dilaksanakan di aula kbri kali ini terasa lain dari biasanya, dikarenakan ternyata di sela-sela pelantikan tersebut sekaligus juga dilaksanakan salah satu program kegiatan tahunan innak yaitu penyelenggaraan seminar. Wah keren sekali pengurus innak periode ini, baru dilantik langsung bisa merealisasikan sebuah seminar yang bagus banget temanya, “Peluang Karir untuk Perawat Indonesia yang Bekerja di Luar Negeri setelah Resign”.

Pengurus INNAK yang sangat solid

Pengurus INNAK yang sangat solid

Harapannya penyelenggaraan seminar kali ini, merupakan peletakan batu pertama dari kepengurusan kali ini, sebagai bukti kesolidan dan loyalitas seluruh jajaran pengurus organisasi yang dipimpin oleh mas Rana Purnama ini.

Tamu undangan

Tamu undangan

Dan Alhamdulillah acara pelantikan serta penyelenggaraan seminarnya bagus dan berjalan lancar… Semua pihak sangat mengapresiasi kegiatan perdana kepengurusan mas Rana ini.

Atase Ketenagakerjaan KBRI

Atase Ketenagakerjaan KBRI

Turut hadir dalam acara ini para perwakilan dari seluruh organisasi yang ada di Kuwait, ditambah lagi para staff KBRI yang sangat mendukung acara ini, serta besar harapan dari atase ketenagakerjaan KBRI bahwa kegiatan seminarnya bisa dilanjutkan secara berkesinambungan, sehingga tidak berhenti sampai konsep saja, akan tetapi berlanjut dengan sesuatu yang lebih applicable sehingga ke depannya nanti akan bisa dirasakan manfaatnya bagi seluruh diaspora yang pastinya akan kembali ke tanah air kelak.

Nah apa saja nich kira – kira program mas Rana dkk buat 5 tahun ke depan,,, berikut ini adalah rinciannya ;

Berikut video acara pelantikan tersebut;