Ketua INNAK 2017-2022

Ketua INNAK 2017-2022

Rana Purnama Lahardi, SKep More »

Pemateri Seminar

Pemateri Seminar

Ns. Ferry Efendi, S.Kep., MSc., PhD. More »

crew innak

crew innak

kompak banget More »

Ketua Departemen Kesejahteraan

Ketua Departemen Kesejahteraan

Berty Yusnita, BSN, MSN More »

Sekretaris INNAK

Sekretaris INNAK

Ns. Agung Setiyadi, S.Kep, MSN More »

 

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

 

PPNI telah menerbitkan pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia yang dapat digunakan di tatanan pelayanan kesehatan. Sehubungan dengan itu, DPP PPNI menggelar workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Pomelotel Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Workshop Pedoman Jasa Profesional Profesi Perawat di Indonesia

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai organisasi profesi bagi wadah berhimpunnya perawat, memiliki peran sebagai pengembang dan pengawas keperawatan di Indonesia.

PPNI berperan dari pelaksanaan pengawasan tersebut, termasuk pengawasan terhadap kesejahteraan perawat di Indonesia. Salah satu cara implementasinya dengan menyusun pedoman pemberian jasa profesional bagi perawat yang dapat menjadi acuan bagi institusi pengguna jasa perawat dalam memperhitungkan jasa profesional perawat yang proporsional dan layak.

Harif Fadhillah

Harif Fadhillah

Setelah membuka acara tersebut, Harif Fadhillah mengatakan bahwa upaya maupun langkah PPNI dalam upaya mensejahterahkan perawat. Berdasarkan peran dan fungsi PPNI yang ada di dalam UU Keperawatan. Harif katakan bahwa memang ada perbedaan antara serikat pekerja dengan organisasi profesi.

Dikatakannya, jika serikat pekerja tentunya jargon utamanya kesejahteraan sedangkan OP jargon itu profesionalisme, tetapi OP bukan tidak mengurusi kesejahteraan, dikarenakan OP adalah berbasis anggota, maka persoalan anggota harus menjadi asupan perjuangan. Disisi lain, diungkapkannya adanya regulasi OP, dimana fungsi PPNI itu selain meningkatkan kompetensi juga menjaga martabat keperawatan.

Suasana Workshop

Suasana Workshop

Ketua Umun DPP PPNI ini menjelaskan kesejahteraan bagi PPNI ada dua macam yaitu bentuk material dan non material, tentunya aspek material diasumsikan dengan sesuatu berkaitan dengan keuangan.

Dijelaskan Harif, adanya ketentuan mengenai kelayakan upah bagi perawat sebesar 3 kali UMP, hal penetapan itu, sebelumnya melalui tanggapan, penelitian maupun kajian terlebih dahulu, termasuk membandingkan dengan kelayakan upah yang diterima perawat dari negara-negara lainnya.

Penyaji

Penyaji

Harif menegaskan bahwa 3 kali UMP merupakan kelayakan seorang perawat untuk hidup pada suasana saat ini untuk menjalankan kehidupannya. Hal itu sesuai dengan profesionalnya, dikarenakan proses menjadi perawat melewati berbagai persyaratan maupun ketentuan yang berlaku termasuk perawat yang sedang bekerja harus melakukan prosedur yang ada.

Menurutnya, masalah pelaksanaan UMP ini telah dibuat SK secara internal di PPNI, tentunya penerapannya disesuaikan dengan pihak terkait. Perlunya bantuan advokasi atau keterlibatan DPW (wilayah), DPD (daerah) hingga komisariat terhadap pihak pelayanan kesehatan maupun pemda mengenai nilai ketentuan layak tersebut.

Langkah PPNI selanjutnya, diterangkan Harif, bagaimana mengenai cara penerapannya. Realisasinya dengan adanya pedoman jasa profesi perawat sebagai pengembangan konsepsi agar mudah diimplementasikan di semua tatanan pelayanan kesehatan baik di negeri maupun swasta.

Peserta Workshop

Peserta Workshop

Selain itu, PPNI membentuk pengawalan jabatan fungsional pada perawat ASN, salah satunya diusulkan profesional value (besarnya tunjangan).

Upaya lain, diungkapkan Harif mengenai penelitian mengenai data terkait besaran anggota PPNI yang menerima upah dibawah standar, hingga saat ini belum ada laporan nyata walaupun sudah dibuat kesempatan pengaduan.

Dari segi non material, dijelaskan Harif bahwa masalah penerbitan STR selama ini menjadi tugas dan wewenang MTKI dan MTKP (provinsi), bahkan terobosan One Day Service (ODS) yang diikuti profesi lainnya, merupakan permohonan dan usulan PPNI ke MTKI. Dalam pelaksanaan penerbitan STR, adanya bantuan dari rekan PPNI di beberapa daerah tertentu untuk mendatangi MTKP/MTKI dengan tujuan demi percepatan.

Upaya lain demi kesejahteraan, diterangkannya, PPNI telah membuat tim pengkawalan dalam perhitungan angka kredit pada jabatan fungsional ASN, untuk usulan revisi PermenPAN no 25 tahun 2014. Hingga sekarang sudah sampai uji validitas, setelah finalisasi dan nantinya tahap lanjutannya dengan penandatanganan Permen tersebut, termasuk usulan golongan terhadap jabatan.

Perjuangan lainnya, mengenai pengembangan program praktik mandiri. Dikatakannya, bahwa menjadi perawat dapat bekerja di pelayanan kesehatan maupun praktik mandiri. PPNI telah menerbitkan pedoman praktik mandiri. Dengan penjelasan pedoman tersebut, yang berhubungan pihak terkait dalam proses pengeluaran izin praktik perawat lebih dipermudah, walaupun masih ada sedikit terkendala di daerah tertentu.

Lanjutnya, perjuangan PPNI dengan melakukan advokasi terhadap regulasi-regulasi  yang aman, seperti : Permenkes tentang ijin perawat maupun kewenangannya, sekarang prosesnya sudah jauh, telah sampai verbalisasi, hanya tinggal menungu harmonisasi Kemenkumham dan nantinya dilanjutkan penandatanganan Menkes RI.

Diungkapkannya pula, bahwa PPNI telah menyediakan Badan Bantuan Hukum bagi Perawat, dengan cara membantu anggota yang tersangkut masalah hukum secara cuma-cuma/gratis yang sifatnya pembelaan hukum (biaya pengacara), terkecuali adanya biaya gugatan ganti rugi dari perjanjian yang sudah ada. Sejak keberadaanya dari Maret 2018, masalah hukum yang berskala nasional, sudah 6 kasus yang ditangani dan diselesaikan. Untuk kasus hukum yang lainnya telah diselesaikan pula oleh masing-masing DPW sesuai kewenangan yang diberikan.

Penyaji

Penyaji

Ditambahkannya, adanya upaya PPNI memfasilitasi dan kesempatan audiensi bagi GNPHI (Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia) ke berbagai pihak terkait sudah didatangi dan diketemukan.

Sehubungan dengan penugasan Perawat PTT dan upaya permohonan pengangkatan perawat tersebut, yang bertugas sebelum tahun 2005 lalu, untuk diusulkan menjadi PNS dan telah diajukan juga kepada presiden Jokowi.

Selain itu, adanya jurnal nasional dan internasional, yang lebih kearah penelilitian dan pelatihan, namun pada jabatan fungsional pada ASN, salah satu aspek kredit penilaian dapat melalui publikasi pada jurnal tersebut dan menjadi aspek penilaian jika terakreditasi.

Dengan adanya pengembangan standar bagi praktik mandiri, menurut Harif dapat memberikan rasa aman dan nyaman sesuai kondisi perawat dalam melakukan praktik mandiri.

Dari penjelasannya, Ketum DPP PPNI menginginkan keberhasilan kesejahteraan bagi perawat akan tercapai dapat melalui upaya multi level dan multi channel.

Menurut Harif, adanya tugas, konsep dan dapat dimengerti pada setiap level organisasi PPNI (DPW, DPD,DPK) itu yang dimaksud dengan multi level. Selain itu, multi channel, seperti adanya keterlibatan dari peran strategis kebijakan bidang keperawatan yang hadir dalam pertemuan ini.

Harif beranggapan, kepala bidang keperawatan mempunyai pengaruh juga dalam proses kebijakan di tatanan pelayanan, dengan menjadi motor penggerak pengembangan pelayananan termasuk keterlibatan kesejahteraan perawat.

Foto Bersama

Foto Bersama

Melalui kehadiran peserta ini, salah satunya menjadi modal perjuangan multi chanel PPNI, dengan kehadiran kepala bidang keperawatan yang diundang ini. Harif pun berharap agar rekan yang hadir dapat mengetahui permasalahan yang ada, dengan harapan sesuai keinginan semua perawat, mereka jadi tahu mengenai pedoman aspek kesejateraan yang dapat mempengaruhi dalam kebijakan di RS dimana mereka bertugas.

Pada kesempatan ini panitia menghadirkan narasumber yaitu Chamdani Tauhid dari Persi Pusat. Selain itu, adanya pengarahan dari Erwin selaku Ketua DPP Bidang Kesejahteraan bersama anggota DPP lainnya, dan Ati Suryamediwati selaku Ketua DPP Bidang pelayanan.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Mustikasari selaku Sekretaris Jenderal DPP PPNI.

Acara ini dihadiri kepala bidang keperawatan dari berbagai daerah di Indonesia baik dari RS yang berasal dari pemerintah maupun swasta termasuk pengelola klinik dan jasa keperawatan lainnya.

 

 

Sumber : https://www.wartaperawat.com/ upaya-ppni-demi-kesejahteraan-perawat/

Selain Mengusulkan 1 Perawat 1 Desa, Berikut 10 Usulan PPNI kepada Jokowi

Selain Mengusulkan 1 Perawat 1 Desa, Berikut 10 Usulan PPNI kepada Jokowi

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Persatuan Perawat Nasional Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/12/2018). Bersama Ketua DPW PPNI Provinsi seluruh Indonesia, di komandoi Harif Fadhillah Ketua Umum DPP PPNI sebanyak 40 orang bertemu Joko Widodo Presiden Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta hari ini Selasa (04/12). Harif beserta rombongan diterima di Ruang Meja Ouval Istana Merdeka dalam suasana penuh keakraban.

 

PPNI bertemu Jokowi

PPNI bertemu Jokowi                                                      Foto : Daulat.co

Presiden langsung mempersilahkan Ketua Umum untuk menyampaikan aspirasi Perawat Indonesia. 10 hal disampaikan langsung dihadapan Presiden yang didampingi Mensesneg Pratikno, Menseskab Pramono Anung, dan Ka BPPSDM Kemenkes RI Usman Sumantri, antara lain:

1.      PPNI mendukung program pemerintah (NAWACITA) yang berfokus pada upaya preventif dan promotif untuk mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bahwa ketersediaan dan potensi perawat (baik dalam jumlah,  kompetensi, dan sebarannya diseluruh Indonesia) perlu ditingkatkan pendayagunaannya dalam mensukseskan program unggulan pemerintah. Untuk itu diperlukan:

a.      Kebijakan penempatan perawat di desa dan kelurahan

b.      Pemanfaatan dana desa/kelurahan untuk perawat di desa dan kelurahan.

2.      Untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan keperawatan, perlu adanya Struktur Keperawatan di tingkat Kementerian Kesehatan yang dapat merumuskan dan menentukan kebijakan strategis terkait dengan keperawatan.

3.      Peningkatan kuota penerimaan ASN yang memadai dari profesi Perawat, dan perlunya kebijakan dalam bentuk keputusan Presiden untuk perawat yang bekerja di instansi pelayanan kesehatan milik Pemerintah sebagai Non-PNS sebelum adanya PP No 48/2005 untuk diangkat sebagai PNS seperti teman sejawat Bidan PTT dan Dokter PTT.

4.      Mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Implementasi Universal Health Coverage (UHC) dengan azas adil dan wajar. Saat ini perawat belum sepenuhnya mendapatkan sesuai dengan Kontribusinya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pemerintah merevisi peraturan terkait prosentase pembagian jasa pelayanan secara nasional.

5.      Praktik mandiri perawat adalah sangat membantu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, untuk itu harus masuk dalam skema pelayanan kesehatan yang dijamin oleh BPJS dan mendapat dukungan kebijakan Pemerintah dalam Implementasinya.

6.      Memberikan perhatian kepada Perawat dalam memberikan pelayanan di daerah bencana/kondisi bencana sebagai mana profesi lainnya: Bidan dan Guru.

7.      Mempercepat terbitnya peraturan pelaksanaan UU No. 38 tahun 2014 tentang Keperawatan yang saat ini telah 4 tahun, untuk menjamin perlindungan dan kepastian hukum perawat dalam memberikan pelayanan termasuk adanya KONSIL KEPERAWATAN.

8.      Mendukung Program Pemerintah untuk pengiriman perawat professional  yang bekerja  di luar negeri dengan penguatan:

a.      Adanya kebijakan terhadap Retourney (perawat yang kembali dari luar negeri) mendapat pengakuan dalam dunia kerja di dalam negeri

b.      Kebijakan pemberian insentif bagi institusi pendidikan yang  berorientasi  pada pasar kerja Luar negeri

c.       Regulasi berkaitan kebijakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai inkubator bagi perawat yang akan bekerja di Luar Negeri, karena setiap Negara mempersyaratkan pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun.

d.      Pemerintah perlu menetapkan kebijakan dengan melibatkan PPNI terutama menyangkut penetapan kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasi keahlian perawat dalam perekrutan perawat ke luar negeri

9.      Perlu peraturan Presiden yang mewajibkan fasyankes milik pemerintah dan swasta memberikan kompensasi kepada Perawat sesuai dengan kelayakan sebagai profesi Perawat, dan pemerintah memberikan pengawasan terhadap upah perawat di sektor tersebut, sebagai hasil perhitungan dan perbandingan dengan profesi lain dan perawat di regional ASEAN, maka kelayakan upah perawat adalah 3 kali Upah Minimum Provinsi (UMP).

10.  Mengusulkan tanggal 17 Maret untuk ditetapkan sebagai Hari Perawat Nasional melalui ketetapan/keputusan Presiden.

Presiden tampak dengan antusias mendengarkan dan menanggapi apa yang disampaikan PPNI. “saya mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang tinggi karena PPNI telah berperan dalam memastikan seluruh rakyat merasakan kehadiran negara dalam hal pelayanan kesehatan”. Presiden juga menyatakan bahwa anggaran kesehatan sudah cukup besar, namun masalah kesehatan Indonesia juga cukup besar. “Perlu diketahui bahwa untuk penyakit jantung pada tahun 2017 menghabiskan dana 9,7 triliun dan untuk kanker 2,3 triliun. Dana tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk keperluan lain termasuk inkubator untuk meningkatkan kompetensi perawat”.

Terkait Hari Perawat Nasional, Presiden menyampaikan “hari perawat dapat menjadi kebanggaan dan refleksi Perawat, ini nanti ditanggapi Mensesneg”.

Terkait usulan “Perawat Desa” Presiden tampak mencatat usulan ini, yang dikuatkan kembali oleh Dedi Ketua DPP Bidang Organisasi dan Kaderisasi. Dedi menegaskan kembali bahwa Program Satu Desa satu Perawat dapat menggunakan dana desa, dan di Provinsi Lampung hal tersebut telah dilaksanakan. PPNI ingin kebijakan ini diimplementasikan di tingkat nasional, demikian Dedi  yang juga Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung, sekaligus Ketua DPRD Provinsi Lampung, mengakhiri penjelasannya.

 

 

Sumber :
https:// ppni-inna.org/index.php/public/information/news-detail/381

https:// news.okezone.com/read/2018/12/04/337/1986734/ppni-usul-program-satu-desa-satu-perawat-pakai-dana-desa-ke-jokowi

Keren! Penghargaan Bupati Jayapura di Indonesia Awards 2018 Didedikasikan untuk Perawat dan Pekerja Kesehatan

Mathius Awoitauw, S.E, M.Si

Keren! Penghargaan Bupati Jayapura di Indonesia Awards 2018 Didedikasikan untuk Perawat dan Pekerja Kesehatan

 

Kesehatan merupakan hal penting bagi kesejahteraan masyarakat. Selain berhak atas kesehatan, masyarakat juga berhak atas pelayanannya. Hal inilah yang mendasari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menyelenggarakan akses fasilitas layanan kesehatan yang lengkap dan sigap.

Mathius Awoitauw, S.E, M.Si

Mathius Awoitauw, S.E, M.Si Foto : iNews.id

Melalui kesadaran menyediakan akses terhadap fasilitas kesehatan, Pemkab Jayapura pun mendapat apresiasi dalam ajang Indonesia Awards 2018 untuk kategori “Peningkatan Akses Layanan Kesehatan”. Penghargaan ini sekaligus bukti Pemkab Jayapura berhasil menyadarkan kota-kota lain agar lebih memerdulikan taraf kesehatan daerahnya.

Masalah kesehatan yang semakin meningkat, membuat kabupaten Jayapura semakin konsen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Hal ini terbukti dengan penyelesaian pemberian obat untuk mencegah penularan penyakit kaki gajah secara masal. Kabupaten Jayapura merupakan kabupaten pertama di Papua yang telah melakukan pekan imunisasi campak, measles dan rubella, bahkan melampuai target yang ditetapkan.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan penilaian terhadap karya-karya di daerah – daerah terpencil untuk kemanusiaan. Beliau mengaku jika selama lima tahun ini terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Banyak target yang telah dikerjakan, termasuk memberikan gizi pada bayi.

“Kami berupaya fokus pada program 1.000 hari pertama kehidupan, yakni bekerja keras dalam menyelesaikan masalah gizi pada bayi baru lahir. Kami juga mendorong agar Kabupaten Jayapura menjadi kota layak anak,” ujarnya.

Perawat Papua

Perawat Papua Foto : LINTAS PAPUA

Papua dari segi geografis memang sangat berat sehingga dibutuhkan inovasi – inovasi dan kerja keras. Selanjutnya Beliau mengatakan bahwa penghargaan ini didedikasikan untuk para perawat dan pekerja kesehatan di Tanah Papua yang bekerja tanpa pamrih. Bravo perawat Papua dan perawat seluruh Indonesia!

Berikut video pemberian penghargaan tersebut ;

Alhamdulillah acara BUKBER dengan Host INNAK Berjalan Lancar

Acara bukber rutin yang diadakan di Masjid Indonesia – Reggae Kuwait hari Kamis kemarin berjalan lancar.

Jamaah bukber tampak berdatangan dari berbagai daerah di Kuwait dan dari semua lapisan masyarakat Indonesia di Kuwait mengikuti acara demi acara dengan seksama.

Acara yang terbilang sukses ini didahului dengan penyebaran undangan melalui sosmed serta berita dari mulut ke mulut saja diantara masyarakat Indonesia yang tinggal di Kuwait.

Seperti biasa sebelum menikmati hidangan santapan jasmani terlebih dahulu diberikan siraman rohani yang disampaikan oleh Ust. Abdul Hakam Mubarak, Lc.

Acara ini dibawakan oleh MC kita Ust. Suhardi Mansur, tidak ketinggalan juga dilakukan pembacaan ayat – ayat suci Al-Qur’an yang kali ini dibawakan oleh Qori’ kecil kita yaitu Ananda Yahya bin Mahmud.

Diperkirakan sekitar 250 orang jama’ah hadir dalam acara bukber hari Kamis kemarin.

Bagi teman – teman khususnya masyarakat Indonesia di Kuwait, jangan lupa untuk hadir juga buat mengikuti acara buka bareng Sahabat Jakarta hari ini Jum’at, 25 Mei 2018.

Anak - anak Indonesia di Kuwait

Anak – anak Indonesia di Kuwait

Acara bukber ini rutin dilaksanakan setiap hari Jum’at dan sabtu setiap minggunya. Kemudian rutin setiap hari selama 10 hari terakhir Ramadlan. Serta puncaknya nanti Sholat ied bersama dengan perayaan idul fitri yang dimeriahkan oleg berbagai penampilan pentas seni anak Indonesia dan yang tak kalah menarik yaitu hidangan menu Indonesia yang bisa dinikmati oleh semua warga Indonesia di Kuwait yang sangat meriah dari tahun ke tahun.

International Nurses Day Bersama Ketua PPNI Pusat di DPLN PPNI Kuwait

International Nurses Day Bersama Ketua PPNI Pusat di DPLN PPNI Kuwait

 

Setiap tanggal 12 Mei diperingati sebagai  Hari keperawatan Sedunia, PPNI Kuwait yang merupakan salah satu wadah organisasi perawat di kuwaitpun ikut merayakan. ada pemandangan yang berbeda dari peringatan hari perawat sedunia  kali ini, yang spesial pada perayaan kali ini adalah hadirnya Ketua PPNI Pusat Bapak Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep dan Ibu DR. Mustikasari, S.Kp., MARS selaku Sekjen PPNI Pusat.

Bapak Harif dan Ibu Mustikasari yang tiba pagi hari  di  Sheikh Saad  Airport tanggal 12 Mei setelah melantik Pengurus PPNI Perwakilan UAE di sambut hangat oleh Ketua PPNI Kuwait Rana Purnama Lahardi, S.Kep, perwakilan pengurus dan perwakilan KBRI Kuwait Bapak Fahmi.

 

 

 

(berfoto di depan Sheikh Saad Airport – Kuwait bersama Pengurus DPLN PPNI Kuwait)

(berfoto di depan Sheikh Saad Airport – Kuwait bersama Pengurus DPLN PPNI Kuwait)

 

Selanjutnya rombongan menuju ke tempat menginap di hotel Ramanda di daerah Reggae. Setelah itu kegiatan di lanjutkan dengan kegiatan City Tour. adapun tempat yang di tuju adalah beberapa RS yang berada di sabah region diantaranya : Ibnu Sina Hospital, An- Nafisi Hospital, KCCC, Sabah Medical, Surgical dan Pediatrik Hospital , Psychiatric Hospital, Chest Hospital, TB Center, dan Sabah Ahmad Urology Center. selain mengunjungi beberapa RS yang berada di Sabah Region para rombongan juga di ajak untuk mengunjungi Kuwait Tower yang merupakan icon negara kuwait dan mencicipi kulinary serta mencoba menggunakan kostum tradisional kuwait.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Kunjungan ke Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kuwait )

(Kunjungan ke Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kuwait )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(City Tour menikmati kuliner dan busana tradisional Kuwait)

(City Tour menikmati kuliner dan busana tradisional Kuwait)

 

Setelah city tour rombongan pun menuju Kedutaan Besar Indonesia Kuwait yang berada di daerah Daiya. Kegiatan  yang di Pandu oleh Sdri. Masitoh, BSN dan Sdri.  Halilah, AMK sebagai MC di awali dengan Sambutan dari Ketua Panitia Sdr. Adi Sasmita, AMK yang melaporkan tentang Persiapan Perayaan Hari Perawat Sedunia ini.  Dilanjutkan dengan  Seminar yang di bagi dalam 2 sesi,
Sesi 1 Seminar, Workshop dan Training tentang Capacity building dan Managemen Organisasi yang diikuti oleh para pengurus DPLN PPNI Kuwait yang di bawakan Oleh DR. Mustikasari, S.Kp., MARS dan Moderator Sdr. Ns. Mochamad Robby Fajar Cahya, S.Kep., MSN.  Bu titi sapaan akrab bu Mustika dengan gaya khasnya mampu membius para pengurus untuk larut dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan antusias. materi yang di berikan yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai persatuan tanggung jawab serta kekompakan ini tidak hanya di berikan dalam materi saja tapi dilengkapi dengan game – game yang sangat menarik.

 

(Sambutan dari Duta Besar [Bapak Tatang Budi Utama Razak], Bidang Pensosbud [Ibu Fathonah Said], Atase Tenaga Kerja [Bapak Alamsyah], Ketua Panitia [Adi Sasmita], Ketua PPNI Kuwait [Rana Purnama Lahardi] dan Ketua DPP PPNI Pusat [Harif Fadhillah])

(Sambutan dari Duta Besar [Bapak Tatang Budi Utama Razak], Bidang Pensosbud [Ibu Fathonah Said], Atase Tenaga Kerja [Bapak Alamsyah], Ketua Panitia [Adi Sasmita], Ketua PPNI Kuwait [Rana Purnama Lahardi] dan Ketua DPP PPNI Pusat [Harif Fadhillah])

(Training Managemen Organisasi dan Capacity Building ; Semua Peserta sangat antusias)

(Training Managemen Organisasi dan Capacity Building ; Semua Peserta sangat antusias)

 

Di sesi 2 Seminar di isi oleh Bapak Harif Fadhillah, S.Kp., SH., M.Kep dengan moderator Sdr. Suhardi Mansur, BSN dengan  tema : Pembentukan Praktek Keperawatan Mandiri di Indonesia. Lebih dari 100 peserta memenuhi Aula KBRI Kuwait. Kegiatan seminar dengan tema yang sangat menarik tersebut mengundang pertanyaan yang sifatnya kongkrit berupa praktik keperawatan mandiri yang  bisa jadi persiapan di tanah air setelah resign, dan  tak kalah menarik juga issue terkait STR (surat tanda registrasi) pun turut diangkat. beberapa pertanyaan  di sampaikan oleh  peserta, diantaranya Bapak Suli Hamdhani yang merupakan perawat senior yang telah bekerja lebih dari 25 tahun dan akan segera meninggalkan kuwait karena resign.

 

(Peserta sangat Ramai Saat Materi disampaikan oleh Pembicara)

(Peserta sangat Ramai Saat Materi disampaikan oleh Pembicara)

 

(Pemberian Plakat dan Kenang- kenangan Untuk Para Pembicara)

(Pemberian Plakat dan Kenang- kenangan Untuk Para Pembicara)

 

Kegiatan yang  juga di hadiri oleh Duta Besar RI Bapak Tatang Budi Utama Razak dalam sambutan  menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada para perawat Indonesia di kuwait , karena selain merupakan garda terdepan untuk melaporkan kondisi kesehatan warga Indonesa di Kuwait, Perawat Indonesia berperan aktif di beberapa organisasi kemasyarakatan yang ada di kuwait di antaranya menjadi Panitia Persiapan Pemilihan Umum.

Pada kegiatan tersebut juga di berikan beberapa penghargaan untuk beberapa perawat Indonesia dengan beberapa kategori diantaranya :

  1. Suhardi Mansur, BSN, dengan kategori Pengurus PPNI Teraktif
  2. Mochamad Robby Fajar Cahya, S.Kep., MSN, dengan kategori Perawat teraktif mengikuti kegiatan Seminar dan Training
  3. Agung Setyadi, S.Kep., MSN, dengan Kategori Perawat terbaik pada Kegiatan Akreditasi Sabah Hospital
  4. Anggun, BSN, dengan kategori Perawat Terbaik Infectious Disease Hospital
  5. Saefullah Satiri, S.Kp., dengan Kategori Perawat terbaik Medical Department Sabah Hospital
  6. Nono Suhartono, AMK dan Irwansyah, AMK dengan Kategori Excellent Staff dalam Akreditasi Sabah Al Ahmad Urology Center
  7. Dewi Sulistyowati, BSN dengan kategori Perawat terbaik Adan Hospital
  8. Suli Hamdani dengan kategori Life Achievements 2018

 

(Penghargaan Kepada Para Perawat yang berprestasi)

(Penghargaan Kepada Para Perawat yang berprestasi)

 

Di keesokan harinya para pembicara bertolak ke tanah air dengan pesawat Qatar Airlines dilepas Oleh Ketua PPNI Kuwait dan beberapa pengurus. Dengan hadirnya orang Pertama di Profesi Kita pada perayaan  Acara Hari Perawat Sedunia tersebut , semoga ada perubahan terhadap perawat dan Perawat Indonesia bisa terus berkiprah di kancah International, We PROUD BE COME NURSE, NURSE : A Voice to Lead : Health is Human Right . (mrfc@humasinnaQ8)

 

 

 

 

 

Dilema Praktik Keperawatan Mandiri

Sekilas ketika bicara dilema, berarti pikiran kita tertuju pada dua hal yaitu keberanian kita dalam menghadapi sesuatu dan keraguan kita dalam melaksanakan sesuatu. Sekat antara keberanian dan keraguan seringkali menimbulkan dilema antara melaksanakan atau menghentikan, berani atau takut serta mampu atau tidak mampu. Semua itu menjadi dilema, karena sekat ketidakyakinan merupakan pokok kehadirannya.

Disetiap pekerjaan yang kita lakukan, kadang-kadang menimbulkan dilema. Memang hal lumrah, namun apabila berkepanjangan, maka dilema benar-benar akan menjadi penyakit berbahaya karena menimbulkan pesimisme yang merupakan akibat dari dampak ketidakyakinan. Kerapuhan jiwa akan terus menggerogoti manakala kebimbangan hadir disetiap langkah kerja yang kita lakukan. Upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan tersebut memang butuh waktu dan proses, tapi insan yang menilainya secara positif harus menjadikan dilema sebagai bagian dari proses pendewasaan berfikir dan bertindak.

Kalimat “dilema” mungkin cocok dilekatkan pada profesi keperawatan saat ini. jika memperhatikan seluruh aspek dalam praktik keperawatan maka setidaknya kita menemukan 2 hal yaitu praktik secara baik dan benar. Dalam aplikasinya, praktik keperawatan yang dikatakan baik ketika seorang perawat mampu memenuhi aspek etik dalam kerjanya.

Aspek-aspek tersebut meliputi kebaikan dalam kerja seperti pelayanan yang diberikan, pengambilan keputusan secara etis serta adanya penerapan kodek etik profesi dan nilai moral dalam memperlakukan klien. Selain itu dalam praktiknya, perawat juga diminta dengan benar melakukannnya.

Kebenaran mucul ketika praktik tersebut telah dianggap legal dan mampu memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan seperti adanya keahlian dari perawat itu sendiri, berkompeten atau bersertifikat dalam disiplin ilmu keperawatan yang digeluti serta diakui dalam lingkup kerja organisasi. Tidak hanya itu, dalam aspek lain juga harus dilihat dari kewenangan-kewenangan yang diberikan seperti izin praktikum serta Surat Tanda Registrasi (STR) yang disahkan oleh Majelis Tenaga Kerja Indonesia (MTKI).

Melihat kondisi demikian maka praktik keperawatan secara professional benar-benar dilakukan dengan selektif, hal ini mengisyaratkan bahwa tenaga keperawatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan harus memiliki kompetensi dan sumber daya yang relevan dalam mendukung proses pelaksanaan pelayanan secara komprehensif. Tentu dengan 2 aspek tersebut, perawat menjadi tenaga kesehatan yang mumpuni dan diakui eksistensinya dalam bekerja.

Namun jika kita menelaah praktik yang dilakukan oleh perawat saat ini maka ada beberapa keterbatasan yang senantiasa masih melekat di tubuh profesi keperawatan itu sendiri. Individu perawat pun ikut berfikir tentang keterbatasan tersebut tanpa merenung ingin mengubah keterbatasan menjadi kelebihan. Tapi itupun hanya sebatas menjadi perbincangan dikalangan profesi.

Alasan kewenangan menjadi tanda tanya besar untuk diposisikan dengan profesi lain ketika bicara tentang tugas, tapi sedikit yang mau bergerak untuk melegalkan kewenangan yang ada menjadi lebih besar.

Menurut pendiri Indonesian Nursing Trainers (INT) Syaifoel Hardy, setidaknya ada beberapa keterbatasan yang ada dalam dunia keperawatan saat ini. Keterbatasan tersebut menurut trainers and writers nurses itu meliputi pertama, perawat diminta untuk mempelajarai seluruh aspek penyakit namun tidak diperkenankan menentukan hasil akhirnya, kedua, Boleh melihat tanda dan gejala penyakit namun dilarang mendiagnosanya. ketiga. Boleh mengidentifikasi keluhan tapi tidak bias mengobatinya, keempat, Diharuskan mempelajari farmakologi tapi tidak boleh sembarangan memberikan obat. kelima, memberikan obat atas perintah tanpa bisa sekehendak hati, keenam. Wajib belajar dan mempelajari patofisiologi penyakit tapi tidak diperkenankan menentukan jenis diagnostiknya. Ketujuh, menerima uang pembayaran keperawatan namun tidak diperkenankan menentukan gaji. Kedelapan, boleh bekerja sebagai pelaksana tapi tidak boleh menduduki jabatan sebagai direktur. kesembilan, melaksanakan hasil keputusan tanpa menjadi bagian dari pengambil keputusan, kesepuluh, menjadi profesional bermartabat namun tidak memiliki akses menjadi pejabat.

Dari praktik memang sudah mengenal dilema dan dalam praktik pun masih ada keterbatasan, hingga berujung pada penguatan regulasi yang belum menempatkan perawat pada aturan yang jelas, pemerintah pun ikut dilema dalam masalah ini.

Butuh perjuangan dan semangat yang besar untuk hentikan itu semua. Penguatan regulasi keperawatan sangat penting dilakukan sebagai bagian dari eksistensi perawat dalam bekerja.Kedepan kita berharap adanya sinyal harapan dari pemerintah dalam pengaturan regulasi yang jelas, karena perawat juga butuh kejelasan dalam menapaki masa depannya.

Selain itu eksistensi ribuan perguruan tinggi bidang keperawatan yang setiap tahunnya meluluskan ribuan perawat-perawat professional dan vokasional diharapkan mampu memenuhi aspek yang diinginkan seperti mutu lulusan, mutu perguruan tinggi serta penyediaan lapangan kerja bagi perawat.

Pada akhirnya organisasi Profesi tidak hanya melihat dengan sebelah mata kondisi yang ada di lapangan tapi mengupayakan agar perawat mau dan mampu bekerja secara professional dengan memperjuangkan hak yang ada di diri perawat itu sendiri. Perjuangan tidak hanya selesai pada pengesahan Undang-undang keperawatan tetapi lebih pada perjuangan peningkatan kesejahteraan perawat dalam bekerja. Apapun agenda yang dilakukan PPNI semua harus tercermin dalam peningkatan kualitas tenaga perawat itu sendiri.

Oleh : Achir Fahruddin

Penulis adalah Perawat di Comprehensive Rehabilitation Centre of Majmaah Saudi.

DAFTAR PESERTA AUDIENSI KEMENKES dan Seminar Klinik Keperawatan Mandiri

Assalamu’alaikum Wr Wb

Kabar gembira bagi teman-teman semua PPNI Kuwait akan mengadakan 2 Acara Akbar Sekaligus di tahun ini,
1. *Acara tanggal 7 Mei Pukul 6 pm* yaitu *Audiensi dan tatap Muka dengan Pejabat Kemenkes RI dan Bapak Duta Besar RI kuwait*
2. *Acara tanggal 12 Mei pukul 3pm bertepatan dg Hari Perawat Internasional yaitu temu seluruh Perawat indonesia di kuwait lintas angkatan dan Seminar Klinik Keperawatn Mandiri yang lagi Hits di Indonesia dg mendatangkan Langsung Ketua umum PPNI Bapak Harif Fadilah.,S.Kp., SH., MKep dan Sekjen DR Mustikasari., SKp., MARS*

*Tempat Di Aula KBRI – Kuwait*

Hadiri Kesempatan Langka Ini dan Tempat sangat Terbatas. Untuk seluruh Perawat Indonesia di Kuwait dan *Free*
*Fasilitas : – Dinner*
*- Cofee Break*
*and snack*
*- Seminar KIT*
*- Sertifikat* *(untuk acara tgl 12)*

“ Untuk daftar silahkan klik DAFTAR

*Salam Perawat Indonesia 💪💪*

Sebarkan info ini ke teman,tetangga, teman kerja di hospital/klinik.

*Presented By:*
*Komite Higher Education PPNI* *Perwakilan Kuwait*
*Dept Komunikasi* *Informasi DPLN PPNI Kuwait*

*Info lebih lanjut hub :*
*- Robby ‭+965 65985248‬*
*- Suhardi ‭+965 65536359*

DPLN PPNI Kuwait  berpatisipasi Dalam Acara Muslimah Day 2018

DPLN PPNI Kuwait berpatisipasi Dalam Acara Muslimah Day 2018

Pada hari Sabtu, 28 April 2018 bertepat di Gedung Al Islah Islamiyah Kelompok Pengajian Al Husna di bawah Pimpinan Ummu Ridho mengadakan Acara *”Muslimah Day 2018″* dengan tema *“The Miracle of Muslimah in The World”* dengan mengundang pembicara *Ustadzah Latifah Munawaroh Lc. MA* dari Indonesia dan *Ustadzah Sara Alenezi* dari Kuwait. *Syahrida bin Abdul Muin, BSN., MSN* yang di daulat sebagai Ketua Pelaksana pada kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yg telah mengsukseskan acara Muslimah Day.

yahrida juga mengungkapkan bahwa kegiatan hari ini bertujuan :
1. Mengeksplor keajaiban menjadi seorang wanita.
2. Memberikan pemahaman yang baik kepada umat Islam khususnya muslimah Indonesia di Kuwait.
3. Mengenali peran wanita sebagai penentu masa depan generasi bangsa.
4. Menumbuhkan rasa bangga sebagai muslimah, karena Islam menghargai peran wanita dalam kehidupan sesuai dengan Al-Qur’an.
5. Menumbuhkan semangat mempelajari Islam secara lebih mendalam.
6. Menumbuh-kembangkan solidaritas ukhwah Islamiyah antar muslimah Indonesia di Kuwait.

Kegiatan tersebut terbilang sukses dengan di hadiri oleh
234 ibu2 dan hampir 200 anak2 hadir yang sangat antusias mengikuti acara demi acara yg disajikan.

DPLN PPNI Kuwait yang merupakan salah satu Organisasi Profesi di kuwait pun ikut andil dalam kegiatan tersebut dengan membuka Booth pemeriksaan kesehatan.

Sukses selalu Al Husna, Kami tunggu kegiatan yang lainnya.

Langkah – Langkah yang diambil PPNI terhadap Kasus yang Menimpa ZA

Peristiwa dugaan pelecehan sexual yang dilakukan seorang perawat terhadap pasien di RS National Hospital Surabaya menjadi viral di medsos. Keragaman opini di masyarakat terus memojokkan tersangka perawat ZA yang melakukan dugaan kegiatan yang kurang terpuji, dilakukannya terhadap pasien berinisial W pada Selasa 23 Januari 2018 lalu. Kasusnyapun sampai saat ini sudah ditangani Mapolrestabes Surabaya, bahkan tersangka ditahan.

Kasus perawat ZA

Kasus perawat ZA

Kejadian yang diduga melanggar kode etik keperawatan sangat memukul organisasi profesi, tentunya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang menaungi perawat ditanah air, sehingga melakukan upaya- upaya penulusuran kasus dan tidak tinggal diam terhadap peristiwa ini.

Pengurus PPNI diminta juga untuk mengklarifikasi kejadian yang menimpa anggotanya. Permintaan wawancara yang dilakukan media massa terhadap Ketum DPP PPNI Harif Fadhillah, Ketua DPP Bidang Sistem Informasi & Komunikasi Rohman Azzam maupun Pengurus PPNI Jawa Timur untuk mencari titik terang terhadap masalah ini. Tentunya kebenaran perawat yang terduga melakukan pelecehan kepada pasien ini nantinya akan dibuktikan di pengadilan. Sehingga leristiwa ini pun menjadi pelajaran terbaik bagi perawat untuk tetap menjalankan profesi terbaiknya dan agar tidak terpengaruh oleh kejadian ini.

Beberapa upaya sudah dilakukan Pengurus PPNI (Pusat), DPW PPNI Jawa Timur dan DPD PPNI Kota Surabaya untuk mencari solusi dan langkah terbaik terhadap tersangka :

1. Pada awal tersebarnya Video, melalui DPW Jatim telah mengkonfirmasi peristiwa tersebut dengan bertemu dengan perwakilan manajemen RS NH dan pengurus PERSI Jawa Timur

2. Melakukan investigasi dan pengumpulan data kepada pihak pihak terkait : Keluarga ZA, Manajemen RS, Dinas Kesehatan

3. Membentuk Tim Etik (MKEKep Jatim dan MKEK Pusat)

4. Mengadakan pertemuan dengan Pihak terkait mengadvokasi kasus : RS NH, Dinas Kesehatan, Persi dan Kepala Daerah dan LSM

5. Menyediakan Pengacara untuk ZA sebagai bentuk tanggung jawab organisasi profesi terhadap anggota dalam rangka memberikan pendampingan dan bantuan hukum dengan asas praduga tak bersalah yang seluruh pembiayaannya oleh PPNI. Oleh sebab itu tidak menjadi kewajiban anggota lain untuk mengumpulkan patungan biaya konsultan hukum/ pengacara bagi Perawat ZA, karena hal itu sudah menjadi tugas PPNI.

6. Melalui Pengacara berkoordinasi dengan Kepolisian untuk dimohonkan tahanan luar/tahanan kota.

8. Memberikan pemberitaan yang berimbang di berbagai media dengan tema perlindungan terhadap profesi dalam menjalankan tugas profesinya, hal ini dikarenakan ZA ini langsung di tahan dan langsung di Pecat dengan Proses yang singkat.

9. Melaporkan kronologis kejadian ini kepada Menteri Kesehatan RI dalam Rapat Khusus kasus ZA pada tanggal 30 Januari 2018.

10. Memberikan support dan bantuan moril kepada Keluarga ZA yang sedang tersandung masalah hukum.

Sumber : http://ppni-inna.org/index.php/public/information/news-detail/18

Selamat mas Parman,,, satu lagi Perawat kita yang Berprestasi di Kuwait

Bekerja di luar negeri bukan halangan buat profesi perawat untuk mengukir prestasi. Hal ini telah dibuktikan oleh banyak temen – temen kita, khususnya perawat Indonesia yang bekerja di negara Kuwait.

Di Kuwait, komposisi staf perawatnya selain berasal dari perawat pribumi Kuwait sendiri juga ada perawat – perawat yang berasal dari negara lain, seperti perawat dari negara : Mesir, Yordania, Saudi Arabia, India, Pakistan, Filipina juga perawat dari negara kita Indonesia. Namun alhamdulillah di tengah – tengah persaingan global, namun perawat – perawat asal Indonesia juga sangat dipertimbangkan keberadaannya di negara arab yang mayoritas Islam ini.

Terbukti perawat kita yang bernama mas Suparman, AMK telah mendapatkan penghargaan di RS Fawaniyah tempat beliau bekerja selama ini.

Selain perawat – perawatnya, WNI yang ada di Kuwait juga tidak sedikit yang juga pernah menorehkan prestasi – prestasinya, bahkan anak – anak Indonesia yang di Kuwait juga banyak yang berprestasi.