Ketua INNAK 2017-2022

Ketua INNAK 2017-2022

Rana Purnama Lahardi, SKep More »

Pemateri Seminar

Pemateri Seminar

Ns. Ferry Efendi, S.Kep., MSc., PhD. More »

crew innak

crew innak

kompak banget More »

Ketua Departemen Kesejahteraan

Ketua Departemen Kesejahteraan

Berty Yusnita, BSN, MSN More »

Sekretaris INNAK

Sekretaris INNAK

Ns. Agung Setiyadi, S.Kep, MSN More »

 

Keren! Penghargaan Bupati Jayapura di Indonesia Awards 2018 Didedikasikan untuk Perawat dan Pekerja Kesehatan

Mathius Awoitauw, S.E, M.Si

Keren! Penghargaan Bupati Jayapura di Indonesia Awards 2018 Didedikasikan untuk Perawat dan Pekerja Kesehatan

 

Kesehatan merupakan hal penting bagi kesejahteraan masyarakat. Selain berhak atas kesehatan, masyarakat juga berhak atas pelayanannya. Hal inilah yang mendasari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menyelenggarakan akses fasilitas layanan kesehatan yang lengkap dan sigap.

Mathius Awoitauw, S.E, M.Si

Mathius Awoitauw, S.E, M.Si Foto : iNews.id

Melalui kesadaran menyediakan akses terhadap fasilitas kesehatan, Pemkab Jayapura pun mendapat apresiasi dalam ajang Indonesia Awards 2018 untuk kategori “Peningkatan Akses Layanan Kesehatan”. Penghargaan ini sekaligus bukti Pemkab Jayapura berhasil menyadarkan kota-kota lain agar lebih memerdulikan taraf kesehatan daerahnya.

Masalah kesehatan yang semakin meningkat, membuat kabupaten Jayapura semakin konsen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Hal ini terbukti dengan penyelesaian pemberian obat untuk mencegah penularan penyakit kaki gajah secara masal. Kabupaten Jayapura merupakan kabupaten pertama di Papua yang telah melakukan pekan imunisasi campak, measles dan rubella, bahkan melampuai target yang ditetapkan.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan penilaian terhadap karya-karya di daerah – daerah terpencil untuk kemanusiaan. Beliau mengaku jika selama lima tahun ini terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Banyak target yang telah dikerjakan, termasuk memberikan gizi pada bayi.

“Kami berupaya fokus pada program 1.000 hari pertama kehidupan, yakni bekerja keras dalam menyelesaikan masalah gizi pada bayi baru lahir. Kami juga mendorong agar Kabupaten Jayapura menjadi kota layak anak,” ujarnya.

Perawat Papua

Perawat Papua Foto : LINTAS PAPUA

Papua dari segi geografis memang sangat berat sehingga dibutuhkan inovasi – inovasi dan kerja keras. Selanjutnya Beliau mengatakan bahwa penghargaan ini didedikasikan untuk para perawat dan pekerja kesehatan di Tanah Papua yang bekerja tanpa pamrih. Bravo perawat Papua dan perawat seluruh Indonesia!

Berikut video pemberian penghargaan tersebut ;

Alhamdulillah acara BUKBER dengan Host INNAK Berjalan Lancar

Acara bukber rutin yang diadakan di Masjid Indonesia – Reggae Kuwait hari Kamis kemarin berjalan lancar.

Jamaah bukber tampak berdatangan dari berbagai daerah di Kuwait dan dari semua lapisan masyarakat Indonesia di Kuwait mengikuti acara demi acara dengan seksama.

Acara yang terbilang sukses ini didahului dengan penyebaran undangan melalui sosmed serta berita dari mulut ke mulut saja diantara masyarakat Indonesia yang tinggal di Kuwait.

Seperti biasa sebelum menikmati hidangan santapan jasmani terlebih dahulu diberikan siraman rohani yang disampaikan oleh Ust. Abdul Hakam Mubarak, Lc.

Acara ini dibawakan oleh MC kita Ust. Suhardi Mansur, tidak ketinggalan juga dilakukan pembacaan ayat – ayat suci Al-Qur’an yang kali ini dibawakan oleh Qori’ kecil kita yaitu Ananda Yahya bin Mahmud.

Diperkirakan sekitar 250 orang jama’ah hadir dalam acara bukber hari Kamis kemarin.

Bagi teman – teman khususnya masyarakat Indonesia di Kuwait, jangan lupa untuk hadir juga buat mengikuti acara buka bareng Sahabat Jakarta hari ini Jum’at, 25 Mei 2018.

Anak - anak Indonesia di Kuwait

Anak – anak Indonesia di Kuwait

Acara bukber ini rutin dilaksanakan setiap hari Jum’at dan sabtu setiap minggunya. Kemudian rutin setiap hari selama 10 hari terakhir Ramadlan. Serta puncaknya nanti Sholat ied bersama dengan perayaan idul fitri yang dimeriahkan oleg berbagai penampilan pentas seni anak Indonesia dan yang tak kalah menarik yaitu hidangan menu Indonesia yang bisa dinikmati oleh semua warga Indonesia di Kuwait yang sangat meriah dari tahun ke tahun.

International Nurses Day Bersama Ketua PPNI Pusat di DPLN PPNI Kuwait

International Nurses Day Bersama Ketua PPNI Pusat di DPLN PPNI Kuwait

 

Setiap tanggal 12 Mei diperingati sebagai  Hari keperawatan Sedunia, PPNI Kuwait yang merupakan salah satu wadah organisasi perawat di kuwaitpun ikut merayakan. ada pemandangan yang berbeda dari peringatan hari perawat sedunia  kali ini, yang spesial pada perayaan kali ini adalah hadirnya Ketua PPNI Pusat Bapak Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep dan Ibu DR. Mustikasari, S.Kp., MARS selaku Sekjen PPNI Pusat.

Bapak Harif dan Ibu Mustikasari yang tiba pagi hari  di  Sheikh Saad  Airport tanggal 12 Mei setelah melantik Pengurus PPNI Perwakilan UAE di sambut hangat oleh Ketua PPNI Kuwait Rana Purnama Lahardi, S.Kep, perwakilan pengurus dan perwakilan KBRI Kuwait Bapak Fahmi.

 

 

 

(berfoto di depan Sheikh Saad Airport – Kuwait bersama Pengurus DPLN PPNI Kuwait)

(berfoto di depan Sheikh Saad Airport – Kuwait bersama Pengurus DPLN PPNI Kuwait)

 

Selanjutnya rombongan menuju ke tempat menginap di hotel Ramanda di daerah Reggae. Setelah itu kegiatan di lanjutkan dengan kegiatan City Tour. adapun tempat yang di tuju adalah beberapa RS yang berada di sabah region diantaranya : Ibnu Sina Hospital, An- Nafisi Hospital, KCCC, Sabah Medical, Surgical dan Pediatrik Hospital , Psychiatric Hospital, Chest Hospital, TB Center, dan Sabah Ahmad Urology Center. selain mengunjungi beberapa RS yang berada di Sabah Region para rombongan juga di ajak untuk mengunjungi Kuwait Tower yang merupakan icon negara kuwait dan mencicipi kulinary serta mencoba menggunakan kostum tradisional kuwait.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Kunjungan ke Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kuwait )

(Kunjungan ke Salah Satu Rumah Sakit yang berada di Kuwait )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(City Tour menikmati kuliner dan busana tradisional Kuwait)

(City Tour menikmati kuliner dan busana tradisional Kuwait)

 

Setelah city tour rombongan pun menuju Kedutaan Besar Indonesia Kuwait yang berada di daerah Daiya. Kegiatan  yang di Pandu oleh Sdri. Masitoh, BSN dan Sdri.  Halilah, AMK sebagai MC di awali dengan Sambutan dari Ketua Panitia Sdr. Adi Sasmita, AMK yang melaporkan tentang Persiapan Perayaan Hari Perawat Sedunia ini.  Dilanjutkan dengan  Seminar yang di bagi dalam 2 sesi,
Sesi 1 Seminar, Workshop dan Training tentang Capacity building dan Managemen Organisasi yang diikuti oleh para pengurus DPLN PPNI Kuwait yang di bawakan Oleh DR. Mustikasari, S.Kp., MARS dan Moderator Sdr. Ns. Mochamad Robby Fajar Cahya, S.Kep., MSN.  Bu titi sapaan akrab bu Mustika dengan gaya khasnya mampu membius para pengurus untuk larut dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan antusias. materi yang di berikan yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai persatuan tanggung jawab serta kekompakan ini tidak hanya di berikan dalam materi saja tapi dilengkapi dengan game – game yang sangat menarik.

 

(Sambutan dari Duta Besar [Bapak Tatang Budi Utama Razak], Bidang Pensosbud [Ibu Fathonah Said], Atase Tenaga Kerja [Bapak Alamsyah], Ketua Panitia [Adi Sasmita], Ketua PPNI Kuwait [Rana Purnama Lahardi] dan Ketua DPP PPNI Pusat [Harif Fadhillah])

(Sambutan dari Duta Besar [Bapak Tatang Budi Utama Razak], Bidang Pensosbud [Ibu Fathonah Said], Atase Tenaga Kerja [Bapak Alamsyah], Ketua Panitia [Adi Sasmita], Ketua PPNI Kuwait [Rana Purnama Lahardi] dan Ketua DPP PPNI Pusat [Harif Fadhillah])

(Training Managemen Organisasi dan Capacity Building ; Semua Peserta sangat antusias)

(Training Managemen Organisasi dan Capacity Building ; Semua Peserta sangat antusias)

 

Di sesi 2 Seminar di isi oleh Bapak Harif Fadhillah, S.Kp., SH., M.Kep dengan moderator Sdr. Suhardi Mansur, BSN dengan  tema : Pembentukan Praktek Keperawatan Mandiri di Indonesia. Lebih dari 100 peserta memenuhi Aula KBRI Kuwait. Kegiatan seminar dengan tema yang sangat menarik tersebut mengundang pertanyaan yang sifatnya kongkrit berupa praktik keperawatan mandiri yang  bisa jadi persiapan di tanah air setelah resign, dan  tak kalah menarik juga issue terkait STR (surat tanda registrasi) pun turut diangkat. beberapa pertanyaan  di sampaikan oleh  peserta, diantaranya Bapak Suli Hamdhani yang merupakan perawat senior yang telah bekerja lebih dari 25 tahun dan akan segera meninggalkan kuwait karena resign.

 

(Peserta sangat Ramai Saat Materi disampaikan oleh Pembicara)

(Peserta sangat Ramai Saat Materi disampaikan oleh Pembicara)

 

(Pemberian Plakat dan Kenang- kenangan Untuk Para Pembicara)

(Pemberian Plakat dan Kenang- kenangan Untuk Para Pembicara)

 

Kegiatan yang  juga di hadiri oleh Duta Besar RI Bapak Tatang Budi Utama Razak dalam sambutan  menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada para perawat Indonesia di kuwait , karena selain merupakan garda terdepan untuk melaporkan kondisi kesehatan warga Indonesa di Kuwait, Perawat Indonesia berperan aktif di beberapa organisasi kemasyarakatan yang ada di kuwait di antaranya menjadi Panitia Persiapan Pemilihan Umum.

Pada kegiatan tersebut juga di berikan beberapa penghargaan untuk beberapa perawat Indonesia dengan beberapa kategori diantaranya :

  1. Suhardi Mansur, BSN, dengan kategori Pengurus PPNI Teraktif
  2. Mochamad Robby Fajar Cahya, S.Kep., MSN, dengan kategori Perawat teraktif mengikuti kegiatan Seminar dan Training
  3. Agung Setyadi, S.Kep., MSN, dengan Kategori Perawat terbaik pada Kegiatan Akreditasi Sabah Hospital
  4. Anggun, BSN, dengan kategori Perawat Terbaik Infectious Disease Hospital
  5. Saefullah Satiri, S.Kp., dengan Kategori Perawat terbaik Medical Department Sabah Hospital
  6. Nono Suhartono, AMK dan Irwansyah, AMK dengan Kategori Excellent Staff dalam Akreditasi Sabah Al Ahmad Urology Center
  7. Dewi Sulistyowati, BSN dengan kategori Perawat terbaik Adan Hospital
  8. Suli Hamdani dengan kategori Life Achievements 2018

 

(Penghargaan Kepada Para Perawat yang berprestasi)

(Penghargaan Kepada Para Perawat yang berprestasi)

 

Di keesokan harinya para pembicara bertolak ke tanah air dengan pesawat Qatar Airlines dilepas Oleh Ketua PPNI Kuwait dan beberapa pengurus. Dengan hadirnya orang Pertama di Profesi Kita pada perayaan  Acara Hari Perawat Sedunia tersebut , semoga ada perubahan terhadap perawat dan Perawat Indonesia bisa terus berkiprah di kancah International, We PROUD BE COME NURSE, NURSE : A Voice to Lead : Health is Human Right . (mrfc@humasinnaQ8)

 

 

 

 

 

Dilema Praktik Keperawatan Mandiri

Sekilas ketika bicara dilema, berarti pikiran kita tertuju pada dua hal yaitu keberanian kita dalam menghadapi sesuatu dan keraguan kita dalam melaksanakan sesuatu. Sekat antara keberanian dan keraguan seringkali menimbulkan dilema antara melaksanakan atau menghentikan, berani atau takut serta mampu atau tidak mampu. Semua itu menjadi dilema, karena sekat ketidakyakinan merupakan pokok kehadirannya.

Disetiap pekerjaan yang kita lakukan, kadang-kadang menimbulkan dilema. Memang hal lumrah, namun apabila berkepanjangan, maka dilema benar-benar akan menjadi penyakit berbahaya karena menimbulkan pesimisme yang merupakan akibat dari dampak ketidakyakinan. Kerapuhan jiwa akan terus menggerogoti manakala kebimbangan hadir disetiap langkah kerja yang kita lakukan. Upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan tersebut memang butuh waktu dan proses, tapi insan yang menilainya secara positif harus menjadikan dilema sebagai bagian dari proses pendewasaan berfikir dan bertindak.

Kalimat “dilema” mungkin cocok dilekatkan pada profesi keperawatan saat ini. jika memperhatikan seluruh aspek dalam praktik keperawatan maka setidaknya kita menemukan 2 hal yaitu praktik secara baik dan benar. Dalam aplikasinya, praktik keperawatan yang dikatakan baik ketika seorang perawat mampu memenuhi aspek etik dalam kerjanya.

Aspek-aspek tersebut meliputi kebaikan dalam kerja seperti pelayanan yang diberikan, pengambilan keputusan secara etis serta adanya penerapan kodek etik profesi dan nilai moral dalam memperlakukan klien. Selain itu dalam praktiknya, perawat juga diminta dengan benar melakukannnya.

Kebenaran mucul ketika praktik tersebut telah dianggap legal dan mampu memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan seperti adanya keahlian dari perawat itu sendiri, berkompeten atau bersertifikat dalam disiplin ilmu keperawatan yang digeluti serta diakui dalam lingkup kerja organisasi. Tidak hanya itu, dalam aspek lain juga harus dilihat dari kewenangan-kewenangan yang diberikan seperti izin praktikum serta Surat Tanda Registrasi (STR) yang disahkan oleh Majelis Tenaga Kerja Indonesia (MTKI).

Melihat kondisi demikian maka praktik keperawatan secara professional benar-benar dilakukan dengan selektif, hal ini mengisyaratkan bahwa tenaga keperawatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan harus memiliki kompetensi dan sumber daya yang relevan dalam mendukung proses pelaksanaan pelayanan secara komprehensif. Tentu dengan 2 aspek tersebut, perawat menjadi tenaga kesehatan yang mumpuni dan diakui eksistensinya dalam bekerja.

Namun jika kita menelaah praktik yang dilakukan oleh perawat saat ini maka ada beberapa keterbatasan yang senantiasa masih melekat di tubuh profesi keperawatan itu sendiri. Individu perawat pun ikut berfikir tentang keterbatasan tersebut tanpa merenung ingin mengubah keterbatasan menjadi kelebihan. Tapi itupun hanya sebatas menjadi perbincangan dikalangan profesi.

Alasan kewenangan menjadi tanda tanya besar untuk diposisikan dengan profesi lain ketika bicara tentang tugas, tapi sedikit yang mau bergerak untuk melegalkan kewenangan yang ada menjadi lebih besar.

Menurut pendiri Indonesian Nursing Trainers (INT) Syaifoel Hardy, setidaknya ada beberapa keterbatasan yang ada dalam dunia keperawatan saat ini. Keterbatasan tersebut menurut trainers and writers nurses itu meliputi pertama, perawat diminta untuk mempelajarai seluruh aspek penyakit namun tidak diperkenankan menentukan hasil akhirnya, kedua, Boleh melihat tanda dan gejala penyakit namun dilarang mendiagnosanya. ketiga. Boleh mengidentifikasi keluhan tapi tidak bias mengobatinya, keempat, Diharuskan mempelajari farmakologi tapi tidak boleh sembarangan memberikan obat. kelima, memberikan obat atas perintah tanpa bisa sekehendak hati, keenam. Wajib belajar dan mempelajari patofisiologi penyakit tapi tidak diperkenankan menentukan jenis diagnostiknya. Ketujuh, menerima uang pembayaran keperawatan namun tidak diperkenankan menentukan gaji. Kedelapan, boleh bekerja sebagai pelaksana tapi tidak boleh menduduki jabatan sebagai direktur. kesembilan, melaksanakan hasil keputusan tanpa menjadi bagian dari pengambil keputusan, kesepuluh, menjadi profesional bermartabat namun tidak memiliki akses menjadi pejabat.

Dari praktik memang sudah mengenal dilema dan dalam praktik pun masih ada keterbatasan, hingga berujung pada penguatan regulasi yang belum menempatkan perawat pada aturan yang jelas, pemerintah pun ikut dilema dalam masalah ini.

Butuh perjuangan dan semangat yang besar untuk hentikan itu semua. Penguatan regulasi keperawatan sangat penting dilakukan sebagai bagian dari eksistensi perawat dalam bekerja.Kedepan kita berharap adanya sinyal harapan dari pemerintah dalam pengaturan regulasi yang jelas, karena perawat juga butuh kejelasan dalam menapaki masa depannya.

Selain itu eksistensi ribuan perguruan tinggi bidang keperawatan yang setiap tahunnya meluluskan ribuan perawat-perawat professional dan vokasional diharapkan mampu memenuhi aspek yang diinginkan seperti mutu lulusan, mutu perguruan tinggi serta penyediaan lapangan kerja bagi perawat.

Pada akhirnya organisasi Profesi tidak hanya melihat dengan sebelah mata kondisi yang ada di lapangan tapi mengupayakan agar perawat mau dan mampu bekerja secara professional dengan memperjuangkan hak yang ada di diri perawat itu sendiri. Perjuangan tidak hanya selesai pada pengesahan Undang-undang keperawatan tetapi lebih pada perjuangan peningkatan kesejahteraan perawat dalam bekerja. Apapun agenda yang dilakukan PPNI semua harus tercermin dalam peningkatan kualitas tenaga perawat itu sendiri.

Oleh : Achir Fahruddin

Penulis adalah Perawat di Comprehensive Rehabilitation Centre of Majmaah Saudi.

DAFTAR PESERTA AUDIENSI KEMENKES dan Seminar Klinik Keperawatan Mandiri

Assalamu’alaikum Wr Wb

Kabar gembira bagi teman-teman semua PPNI Kuwait akan mengadakan 2 Acara Akbar Sekaligus di tahun ini,
1. *Acara tanggal 7 Mei Pukul 6 pm* yaitu *Audiensi dan tatap Muka dengan Pejabat Kemenkes RI dan Bapak Duta Besar RI kuwait*
2. *Acara tanggal 12 Mei pukul 3pm bertepatan dg Hari Perawat Internasional yaitu temu seluruh Perawat indonesia di kuwait lintas angkatan dan Seminar Klinik Keperawatn Mandiri yang lagi Hits di Indonesia dg mendatangkan Langsung Ketua umum PPNI Bapak Harif Fadilah.,S.Kp., SH., MKep dan Sekjen DR Mustikasari., SKp., MARS*

*Tempat Di Aula KBRI – Kuwait*

Hadiri Kesempatan Langka Ini dan Tempat sangat Terbatas. Untuk seluruh Perawat Indonesia di Kuwait dan *Free*
*Fasilitas : – Dinner*
*- Cofee Break*
*and snack*
*- Seminar KIT*
*- Sertifikat* *(untuk acara tgl 12)*

“ Untuk daftar silahkan klik DAFTAR

*Salam Perawat Indonesia 💪💪*

Sebarkan info ini ke teman,tetangga, teman kerja di hospital/klinik.

*Presented By:*
*Komite Higher Education PPNI* *Perwakilan Kuwait*
*Dept Komunikasi* *Informasi DPLN PPNI Kuwait*

*Info lebih lanjut hub :*
*- Robby ‭+965 65985248‬*
*- Suhardi ‭+965 65536359*

DPLN PPNI Kuwait  berpatisipasi Dalam Acara Muslimah Day 2018

DPLN PPNI Kuwait berpatisipasi Dalam Acara Muslimah Day 2018

Pada hari Sabtu, 28 April 2018 bertepat di Gedung Al Islah Islamiyah Kelompok Pengajian Al Husna di bawah Pimpinan Ummu Ridho mengadakan Acara *”Muslimah Day 2018″* dengan tema *“The Miracle of Muslimah in The World”* dengan mengundang pembicara *Ustadzah Latifah Munawaroh Lc. MA* dari Indonesia dan *Ustadzah Sara Alenezi* dari Kuwait. *Syahrida bin Abdul Muin, BSN., MSN* yang di daulat sebagai Ketua Pelaksana pada kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yg telah mengsukseskan acara Muslimah Day.

yahrida juga mengungkapkan bahwa kegiatan hari ini bertujuan :
1. Mengeksplor keajaiban menjadi seorang wanita.
2. Memberikan pemahaman yang baik kepada umat Islam khususnya muslimah Indonesia di Kuwait.
3. Mengenali peran wanita sebagai penentu masa depan generasi bangsa.
4. Menumbuhkan rasa bangga sebagai muslimah, karena Islam menghargai peran wanita dalam kehidupan sesuai dengan Al-Qur’an.
5. Menumbuhkan semangat mempelajari Islam secara lebih mendalam.
6. Menumbuh-kembangkan solidaritas ukhwah Islamiyah antar muslimah Indonesia di Kuwait.

Kegiatan tersebut terbilang sukses dengan di hadiri oleh
234 ibu2 dan hampir 200 anak2 hadir yang sangat antusias mengikuti acara demi acara yg disajikan.

DPLN PPNI Kuwait yang merupakan salah satu Organisasi Profesi di kuwait pun ikut andil dalam kegiatan tersebut dengan membuka Booth pemeriksaan kesehatan.

Sukses selalu Al Husna, Kami tunggu kegiatan yang lainnya.

Langkah – Langkah yang diambil PPNI terhadap Kasus yang Menimpa ZA

Peristiwa dugaan pelecehan sexual yang dilakukan seorang perawat terhadap pasien di RS National Hospital Surabaya menjadi viral di medsos. Keragaman opini di masyarakat terus memojokkan tersangka perawat ZA yang melakukan dugaan kegiatan yang kurang terpuji, dilakukannya terhadap pasien berinisial W pada Selasa 23 Januari 2018 lalu. Kasusnyapun sampai saat ini sudah ditangani Mapolrestabes Surabaya, bahkan tersangka ditahan.

Kasus perawat ZA

Kasus perawat ZA

Kejadian yang diduga melanggar kode etik keperawatan sangat memukul organisasi profesi, tentunya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang menaungi perawat ditanah air, sehingga melakukan upaya- upaya penulusuran kasus dan tidak tinggal diam terhadap peristiwa ini.

Pengurus PPNI diminta juga untuk mengklarifikasi kejadian yang menimpa anggotanya. Permintaan wawancara yang dilakukan media massa terhadap Ketum DPP PPNI Harif Fadhillah, Ketua DPP Bidang Sistem Informasi & Komunikasi Rohman Azzam maupun Pengurus PPNI Jawa Timur untuk mencari titik terang terhadap masalah ini. Tentunya kebenaran perawat yang terduga melakukan pelecehan kepada pasien ini nantinya akan dibuktikan di pengadilan. Sehingga leristiwa ini pun menjadi pelajaran terbaik bagi perawat untuk tetap menjalankan profesi terbaiknya dan agar tidak terpengaruh oleh kejadian ini.

Beberapa upaya sudah dilakukan Pengurus PPNI (Pusat), DPW PPNI Jawa Timur dan DPD PPNI Kota Surabaya untuk mencari solusi dan langkah terbaik terhadap tersangka :

1. Pada awal tersebarnya Video, melalui DPW Jatim telah mengkonfirmasi peristiwa tersebut dengan bertemu dengan perwakilan manajemen RS NH dan pengurus PERSI Jawa Timur

2. Melakukan investigasi dan pengumpulan data kepada pihak pihak terkait : Keluarga ZA, Manajemen RS, Dinas Kesehatan

3. Membentuk Tim Etik (MKEKep Jatim dan MKEK Pusat)

4. Mengadakan pertemuan dengan Pihak terkait mengadvokasi kasus : RS NH, Dinas Kesehatan, Persi dan Kepala Daerah dan LSM

5. Menyediakan Pengacara untuk ZA sebagai bentuk tanggung jawab organisasi profesi terhadap anggota dalam rangka memberikan pendampingan dan bantuan hukum dengan asas praduga tak bersalah yang seluruh pembiayaannya oleh PPNI. Oleh sebab itu tidak menjadi kewajiban anggota lain untuk mengumpulkan patungan biaya konsultan hukum/ pengacara bagi Perawat ZA, karena hal itu sudah menjadi tugas PPNI.

6. Melalui Pengacara berkoordinasi dengan Kepolisian untuk dimohonkan tahanan luar/tahanan kota.

8. Memberikan pemberitaan yang berimbang di berbagai media dengan tema perlindungan terhadap profesi dalam menjalankan tugas profesinya, hal ini dikarenakan ZA ini langsung di tahan dan langsung di Pecat dengan Proses yang singkat.

9. Melaporkan kronologis kejadian ini kepada Menteri Kesehatan RI dalam Rapat Khusus kasus ZA pada tanggal 30 Januari 2018.

10. Memberikan support dan bantuan moril kepada Keluarga ZA yang sedang tersandung masalah hukum.

Sumber : http://ppni-inna.org/index.php/public/information/news-detail/18

Selamat mas Parman,,, satu lagi Perawat kita yang Berprestasi di Kuwait

Bekerja di luar negeri bukan halangan buat profesi perawat untuk mengukir prestasi. Hal ini telah dibuktikan oleh banyak temen – temen kita, khususnya perawat Indonesia yang bekerja di negara Kuwait.

Di Kuwait, komposisi staf perawatnya selain berasal dari perawat pribumi Kuwait sendiri juga ada perawat – perawat yang berasal dari negara lain, seperti perawat dari negara : Mesir, Yordania, Saudi Arabia, India, Pakistan, Filipina juga perawat dari negara kita Indonesia. Namun alhamdulillah di tengah – tengah persaingan global, namun perawat – perawat asal Indonesia juga sangat dipertimbangkan keberadaannya di negara arab yang mayoritas Islam ini.

Terbukti perawat kita yang bernama mas Suparman, AMK telah mendapatkan penghargaan di RS Fawaniyah tempat beliau bekerja selama ini.

Selain perawat – perawatnya, WNI yang ada di Kuwait juga tidak sedikit yang juga pernah menorehkan prestasi – prestasinya, bahkan anak – anak Indonesia yang di Kuwait juga banyak yang berprestasi.

Meriahnya acara Donor Darah Innak di aula KBRI Kuwait

Acara yang sudah sejak lama direncanakan oleh pengurus innak periode sebelumnya ini, alhamdulillah telah terlaksana secara sukses dan meriah. Program perdana yang dikomandani oleh saudari Dewi ini telah didalami semenjak rapat pertama innak di taman reggae silam. Kemudian diteruskan dengan rapat – rapat berikutnya sehingga tercapai koordinasi serta kerjasama yang solid diantara panitia yang terpilih maupun partisipasi aktif diaspora Kuwait.

Program ini terwujud selain merupakan realisasi dari program kerja innak periode 2017 – 2022 juga tifak ketinggalan karena dukungan penuh dari pihak KBRI Kuwait melalu IDN.

Program donor darah kemarin mendapat apresiasi yang sangat bagus dari Bapak Dubes Kuwait melalui pesan singkat yang disampaikan oleh Ibu Fathonah, beliau mengatakan, “Bapak bilang acaranya noted“. Maksudnya sukses, bisa dipertimbangkan dan dilanjutkan…

Ketua INNAK yang saat ini sedang berlibur di Indonesia juga mengapresiasi keberhasilan acara donor darah ini. Meskipun tanpa kehadiran ketua innak serta Bapak Dubes yang juga sedang bertugas di Indonesia, namun acara ini sukses. Tercatat 140 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan maupun donor darah, dengan hasil 78 kantong darah berhasil dibawa oleh pihak blood bank. Hal ini sudah lumayan memenuhi target yang sebelumnya dicanangkan adalah minimal 75 akan tetapi acara kemarin sukses menghasilkan 78 kantong darah.

Acara ini juga dimeriahkan oleh grup rebana Fatayat NU Kuwait, serta bazar mini… Disamping partisipan diaspora, ada pula beberapa warga negara Filipina yang ikut mendonorkan darahnya. Terima kasih kami ucapkan atas kerjasama serta partisipasi aktif dati berbagai pihak, sehingga acara donor darah berhasil dilaksanakan secara sukses dan meriah.

Cerita Dibalik 3 Orang Perawat New Comer di Kuwait

Kabar kedatangan perawat yang baru join di RS DAR ALSHIFA KUWAIT menuai banyak perhatian dari banyak orang baik yang ada di Kuwait sendiri maupun yang di Indonesia. Pasalnya berita kedatangannya sangat mengejutkan disaat teman – teman di Indonesia sedang melakukan proses pendaftaran buat 37 orang staf homecare dan 10 tenaga fisioterapi yang baru akan melakukan tes dan interview Februari depan, tiba – tiba saja ada kabar kedatangan 3 orang perawat Indonesia yang diterima kerja di salah satu RS swasta di Kuwait.

Banyak yang menanyakan kapan proses rekrutmen mereka sehingga tiba – tiba saja sudah sampai di Kuwait.

Oleh karena banyak yang bertanya – tanya akan hal tersebut, maka kami tadi malam bersama teman – teman INNAK berusaha mengunjungi 3 orang perawat tersebut di apartment tempat tinggal mereka yang merupakan fasilitas akomodasi free dari RS Dar Alshifa.

wawancara dengan new comer

wawancara dengan new comer

Wah keren banget karena mereka menempati bangunan yang baru saja selesai dibangun. Jadi masih tampak baru semua fasilitasnya. Bangunan tersebut terletak di Hawally blok 11, tidak jauh dari RS.

Ketika rombongan kami tiba disana, tampak 3 orang perawat tersebut sudah menunggu di ruang tamu, sambil menonton tv. Mereka tampak sedang bercanda dan kelihatan diantara mereka bercanda dengan orang arab serta ada 2 orang anak kecil arab diantaranya, wow keren,,, baru datang kemarin tapi sudah mulai bercanda ama anak – anak kecil arab, berarti udah bisa ngomong arab ama inggris lancar pastinya…beda ama kami – kami yang dulu pertama kali datang ke Kuwait hehe…

Jadi ternyata mereka bertiga bener – bener fresh graduate dari program Ners ( Ns ). Mereka menceritakan bahwa September 2017 yang lalu sebelum mereka diwisuda, mereka melakukan tes dan interview padahal mereka belum wisuda Ns. nya… kemudian 4 bulan berikutnya mereka sudah sampai di Kuwait. Relatif cepat juga ya proses rekrutmennya… Jadi mereka ini ternyata adalah hasil training LPK LN Errena Skills and Training Center bersama LP3TKI Surabaya dan BNP2TKI yang diadakan di STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun sekitar Agustus 2017….bersama PPTKIS Timurraya Jaya Lestari Jakarta, sebagai agen penyalurnya…. Singkat cerita kemudian mereka mengikuti interview langsung oleh tim penguji dari Kuwait. Tim penguji tersebut datang sendiri ke Indonesia tentunya atas rekomendasi KBRI Kuwait. Dan alhamdulillah 3 orang dari 1 kampus tersebut lolos dan diterima kerja di Kuwait, dimana 8 bulan sebelumnya ternyata juga sudah ada 1 orang perawat asal Makasar yang juga sudah diterima kerja duluan di RS yang sama, mungkin tidak banyak orang yang mengetahui kedatangan 1 orang perawat tsb.

Para user menghitung 2 tahun mereka menempuh program profesi Ns. tersebut dianggap 2 tahun experience. Jadi bagi teman – teman yang kali ini hampir selesai Ns.nya udah bisa ikut rekrutmen Kuwait yaw, jadi hitungan 2 tahun experience itu tidak 2 tahun setelah Ns, melainkan 2 tahun pasca kelulusan S.Kep.

Mereka juga menceritakan bahwa STR pun belum mereka pegang sampai saat ini, melainkan hanya punya surat rekomendasi saja sudah bisa buat menggantikan STR.

Kelihatannya mereka bertiga semangat bekerja di Kuwait dan semakin senang dengan kedatangan kami. Mereka siap berperan aktif di INNAK sebagai organisasi profesi, selain juga siap aktif di ormas – ormas yang ada di Kuwait sebagai bagian dari diaspora Kuwait. Kami ucapkan welcome di Kuwait kepada saudari Ns. Liana Tulizzah, S.Kep, Ns. Meri Wahyuningtyas, S.Kep, Ns. Ima Kholifatun, S.Kep, semoga 47 orang yang kini sedang melakukan rekrutmen di Indonesia juga segera menyusul bergabung bersama kami di Kuwait. Bagi teman – teman yang belum mendaftar ke Kuwait, jangan takut atau was – was buat datang dan bekerja di Kuwait, karena semua diaspora yang ada di Kuwait sungguh menanti – nanti kedatangan kalian semua.